Jelajah Arsitektur di Singapore
Ini bukanlah trip pertama saya ke
Singapore, yang ketiga kali tepatnya. Pertama kali dulu mengunjungi Singapore
dengan travel tour bersama kelas di kampus pada 2014, jadi berasa kurang puas
karena itin nya terlalu sebentar. Kedua
kali nya 2016 lalu bersama keluarga besar saya, jadi saya yg jadi tour
guide dan mengatur rombongan keluarga saya, jadi yaa tetap saja berasa ada yang
kurang dan belum sempat dikunjungi karena kerempongan saat itu. Jadi selalu
saja ada alasan untuk kembali ke negara kecil ini, negaranya memang kecil
tetapi setiap sudut kecilnya menarik untuk di kunjungi.
Kali ini saya berangkat berempat
bersama teman kantor. Berhubung kondisi kantong sedang tidak tebal, jadilah
trip serba hemat. Itin saya susun sehemat mungkin. Penghematan dimulai dari
tiket pesawat, harga tiket medan-singapore didapat dengan harga murah sekitar
399ribu saja dengan jetstar (satu-satunya maskapai direct medan-singapura pada
saat itu), sementara tiket pulang nya sangat mahal, putar otak akhirnya saya
putuskan pulang melalui Kuala Lumpur, tiket KL-Medan hanya 300rb saja dengan
airasia. Oke fix bungkus. Itin 4 hari 3 malam pun selesai, 3hari 3 malam di
Singapore, 1 malam di bus menuju KL, dan 1 hari di KL.
Rabu, 2 Agustus 2017
Demi penghematan waktu dan biaya,
saya beli tiket Medan-Singapore yang paling malam sekitar jam 9 malam, agar
masih bisa masuk kantor siangnya, dan rencana menginap di Changi saja menunggu
hingga pagi.
Sepulang kantor langsung berberes
dan berangkat ke bandara. Saat itu sangat hectic, ditambah mati lampu, semakin
lah. Buru-buru ke bandara dan untungnya karena penerbangan malam jadi bandara
sangat sepi saat itu.
Saat checkin di Jetstar, kami
sempat di takut-takutin oleh petugas jetstar karena kami hanya punya tiket
pergi Medan-Singapore tanpa tiket pulang Singapore-Medan, saya sudah jelaskan
bahwa kami akan pulang via Kuala Lumpur, tetapi tetap saja mereka bilang bahwa
nanti bisa saja petugas imigrasi akan mendeportasi kita disuruh kembali lagi ke
Indonesia. Teman saya semakin takut. Tapi karena saya sudah pernah melewati
imigrasi di Changi, sepertinya tidak seseram itu, saya melenggang dengan mudah
kok melewati imigrasi nya. Dibawa santai saja yang penting.
Mungkin karena sudah keburu takut
duluan, ketika melewati pos imigrasi di bandara Kualanamu, salah satu teman
saya gelagapan ketika ditanya petugas tinggal dimana, dia menjawab
terbata-bata, dan akhirnya lah karena kami satu rombongan paspor kami berempat
diambil dibawa ke kantor dan kami disuruh menunggu dulu. Aduuhh apalagi ini...
beberapa menit kemudian salah seorang kami dipanggil untuk masuk ke ruangan,
saya pun masuk karena nanti takutnya teman saya gelagapan lagi. Di ruangan itu
saya ditanya-tanya, kerja dimana, di Singapore ngapain, berapa hari, pulangnya
darimana, banyak lah, saya pun berusaha menjawab dengan tenang dan selalu
senyum, dan untungnya semua tiket pesawat, bus, dan hotel sudah saya booking
duluan jadi saya punya bukti perjalanan saya. Setelah ditanya macam-macam
akhirnya paspor kami pun di cap juga. Fiuuuhhhh…. Lewat juga.
Pesawat pun boarding, kali itu
pesawat nya sepi dan banyak kursi kosong.
Tiba Pukul 12.00 malam di Changi
Airport. Saya kira bakalan sepi karena sudah larut malam, ternyata rame dan
semakin larut makin rame malah.
| Tiba di Changi Airport |
Sebelum melewati pos imigrasi,
isi dulu form isian imigrasi, isilah sesuai yang sebenarnya,sebelumnya saya
juga sudah ingatkan teman saya agar tetap tenang dan jangan gugup saat
diimigrasi. Dan alhamdulillah kami semua berhasil melewati pos imigrasi dengan
lancar tanpa pertanyaan apapun. Fiuuh ternyata tidak ada pertanyaan aneh-aneh
selama proses imigrasi, intinya yang penting tenang dan tidak gugup. Di pos
imigrasi form imigrasi kita akan dipotong, dan simpan baik-baik sisa potongan
nya karena kalau hilang sah tidak akan diperbolehkan keluar dari Singapore.
Setelah selesai imigrasi,
waktunya cari lapak untuk tidur. Berhubung karena kita tidak punya connecting
ticket atau transit, jadi kita cari lapak tidur di luar area imigrasi saja.
Sebenarnya sebelum area imigrasi banyak lapak tidur yang nyaman dan berkarpet,
tetapi hanya khusus bagi yang punya connecting ticket atau transit, kalau tidak
pasti akan dibangunkan dan diusir oleh tentara wajib militer yang sedagn
bertugas berkeliling.
Keluar dari arrival hall, area
berkarpet pun tidak ada lagi, mau tidur dimana ya, sementara kursi tunggu ada
sandaran tangannya jadi susah untuk baringan. Kursi tanpa sandaran tangan sudah
ditempati beberapa orang. Tapi akhirnya kebagian juga kursi yang bisa dipakai
untuk baringan. Tapii yaa tetap aja gak bisa tidur karena ramai nya hilir mudik
orang dan ada pekerjaan perbaikan yang sangat bising.
| Suasana tidur di kursi bandara |
Kamis, 3 Agustus 2017
Sudah hampir subuh, mata merah
sembab, perut kembung masuk, badan menggigil kedinginan. Saya pun ke toilet
dulu cuci muka biar seger, saya pun membangunkan teman saya dan mengajak makan
dulu karena sudah masuk angina. Biar murah saya mengajak makan di Staff Canteen
saja, dapat info dari beberapa blog yang menyarankan makan murah dan enak
disini saja.
| Makan di Staff Canteen yang murah dan enak |
Gampang kok menemukan Staff
Canteen ini. Kebetulan saya ada di Terminal 1, keluar dari pintu arrival belok
ke kiri terus hingga keluar dari area indoor, tinggal lihat saja papan petunjuk
nya gampang kok. Ketemu semacam tangga darurat, turun saja ke bawah dan
ketemulah kantin itu. Kantin nya lumayan luas semacam foodcourt. Area halal dan
non halal dipisah. Dan harga yang tertera juga ada 2 jenis, harga untuk staf
bandara dan harga untuk umum, harga untuk staf sedikit lebih murah. Waktu itu
kios yang buka masih sepi, saya plih gerai nasi lemak, saya pesan nasi lemak
dengan ayam dan telur harganya sekitar $4 cukup murah untuk harga di Singapore.
Rasanya sih terenak menurut saya selama di Singapore, ayam dan nasi nya masih
hangat, porsinya banyak, sambelnya juga enak, mantap lah. Untuk minum kami
hanya minum dari botol mineral isi ulang di bandara biar hemat, hehehe.
| Jalan-jalan disekitar changi |
Selesai makan dan istirahat
sejenak, kami jalan-jalan dulu keliling disekitar bandara banyak yang bisa
dilihat. Kemudian menuju Teminal 2, bisa naik sky train gratis, tinggal ikuti
saja petunjuk menuju Terminal 2/MRT Station, karena stasiun MRT ada di Terminal
2. Sampai di Terminal 2, jalan-jalan dulu sebentar sambil menunggu hingga jam 8
pagi, karena loket pembelian Kartu STP (Singapore Tourist Pass) baru buka jam 8
pagi. Hingga jam 8 loket belum buka tapi antrian nya sudah panjang.
Untuk Kartu STP kami beli untuk
3-Day Pass seharga $20+deposit $10, deposit $10 akan diberikan ketika kartu
dikembalikan. Oya, Singapore Tourist Pass (STP) adalah kartu khusus untuk MRT,
LRT, dan Bus di Singapore, sama fungsinya dengan EZ-Link, bedanya adalah STP
sifatnya unlimited bebas dipakai tanpa Batasan saldo, hanya dibatasi hari masa
berlaku, sementara EZ-Link system isi saldo dan suatu waktu saldo bisa habis.
Ada STP 1-Day Pass, 2-Day Pass, hingga 3-Day Pass tinggal pilih sesuai
kebutuhan. Kenapa saya pilih STP? Karena lebih gampang dan tidak perlu repot
lagi isi saldo jika sudah habis, tinggal pakai STP bisa bebas sampai puas
jelajahi Singapore, dan kebetulan saya hanya 3 hari di Singapore jadi pas. Jika
ingin stay lebih dari 3 hari sebaiknya beli EZ-Link saja.
STP sudah ditangan, waktunya naik
MRT menuju hostel yang sudah di book dari traveloka. Footprints Hostel berada
di area Little India, tepatnya lebih dekat ke daerah Rochor. MRT terdekat
adalah Rochor. Sebelumnya pelajari dulu MRT Map nya agar tau harus ambil kereta
yang mana dan harus berganti kereta dimana.
| Arah menuju gate MRT |
| Penampakan Kartu STP (Singapore Tourist Pass) |
| MRT menuju pusat kota |
Dari Changi ambil MRT Jalur Hijau
ke Tanah Merah, di stasiun Tanah Merah turun dan naik MRT Jalur Hijau menuju Jo
Koon, kemudian turun di Stasiun Bugis, di Bugis ganti jalur biru menuju Bukit
Panjang, kmeudian turun lah di stasiun Rochor. Sesampai di Rochor, ambil exit
Perak Rd, dari pintu keluar tinggal lurus sudah kelihatan Footprints Hostel,
sangat dekat! Dan plus nya banyak restoran India Muslim di sekitar Hostel.
Karena maish kepagian, kami belum
bisa check in, tapi walaupun begitu kami dipersilahkan jika ingin mandi dahulu
dan ganti baju, waah baiknyaa. Selesai mandi dan ganti baju, kami menitip
backpack di hostel dan memulai perjalanan di Singapore. Dan demi penghematan
biaya kami memilih destinasi yang gratis-gratis saja. Here you go!
| Suasana di ruang tamu hostel |
LASALLE COLLEGE OF THE ARTS
Destinasi pertama yaitu Lasalle
College, kampus seni dengan bentuk yang unik. Lokasi nya di daerah Rochor
sangat dekat dengan hostel kami, berada di seberang jalan. Agar gampang bisa
menyeberang lewat stasiun MRT Rochor saja. Masuk ke stasiun kemudian cari exit
Rochor Rd. Keluar dari exit langsung ketemu Lasalle College. Kita bisa bebas
masuk ke kampus ini, bahkan bisa naik lift hingga ke atas.
| Keluar dari hostel sudah keliatan gedung Lasalle nya |
SCHOOL OF THE ARTS (SOTA)
SINGAPORE
Dari Lasalle bisa jalan kaki saja
menuju Selegie Rd, dari kejauhan sudah kelihatan gedungnya di sebelah kiri.
BRAS BASAH MRT STATION
Dari SOTA kami mencari MRT terdekat
dan ketemulah MRT Bras Basah. Secara tidak sengaja kebetulan menemukan spot
menarik d MRT ini. Dengan atap kaca transparan dengan genangan air diatasnya,
sehingga menimbulkan efek banyangan yang cantik di bawahnya.
| Bayangan air dari atas atap kaca |
BUGIS STREET
Dari Bras Basah menuju stasiun
Bugis, keluar dari exit Victoria St. Menyusuri Victoria St. sambil melhat
sekeliling Bugis Street yang ramai dengan tempat berbelanja nya. Kami tidak
berbelanja saat itu karena ribet masih pagi sudah menenteng belanjaan.
| Tangga kece di kawasan Bugis |
HAJI LANE
Masih di daerah Bugis, Haji Lane
adalah gang kecil yang stylish dengan jejeran toko-toko fashion, café, dan
mural menarik di sepanjang dinding di Haji Lane.
SULTAN MOSQUE
Dari Haji Lane berjalan sedikit
menuju Arab Street/ Muscat Street, langsung ketemu Mesjid berkubah emas dengan
suasana yang khas seperti sedagn di timur tengah. Tidak lupa singgah makan
siang di Kampong Glam Café tepat berada didepan Mesjid, makanan melayu arab
dengan menu utama nya nasi campur, rasanya enak dengan porsi yang besar, untuk
harga agak mahal untuk kantong backpacker, karena harga dihitung per lauk dan
sayur yang kita pesan, saya makan lebih $10 dengan minum.
SINGAPORE RIVER & CAVENAGH
BRIDGE
Kembali stasiun Bugis menuju
stasiun Rafless Place, ambil exit menuju Battery Rd. Keluar dari Exit Battery
Rd kita langsung disuguhi dengan pemandangan sungai singapura dengan jembatan
antik nya dan beberapa kapal wisata yang hilir mudik.
ASIAN CIVILISATIONS MUSEUM
Menyeberang di Cavenagh Bridge
salah satu jembatan tertua di Singapura, menuju Asian Civilisations Museum,
kami tidak masuk kedalam, hanya ambil foto di luar museum yang juga menarik,
banyak diorama yang menceritakan sejarah Singapura disini
MERLION PARK
Kemudian kembali ke Cavenagh Brigde menuju The Fullerton, ambil foto sejenak. Dari The Fulerton berjalan menyeberang jalan dan menuju ke arah Merlion Park, ikuti saja petunjuk yang ada, kita akan melewati bagian bawah Anderson Bridge yang sangat menarik untuk di foto. Dari bawah jembatan ini kita akan menuju Patung Merion yang terkenal itu, daan sangat ramaiii, sampai berdesakan. Hanya bisa ambil foto secukupnya.
Kemudian kembali ke Cavenagh Brigde menuju The Fullerton, ambil foto sejenak. Dari The Fulerton berjalan menyeberang jalan dan menuju ke arah Merlion Park, ikuti saja petunjuk yang ada, kita akan melewati bagian bawah Anderson Bridge yang sangat menarik untuk di foto. Dari bawah jembatan ini kita akan menuju Patung Merion yang terkenal itu, daan sangat ramaiii, sampai berdesakan. Hanya bisa ambil foto secukupnya.
| Jalan menuju merlion park |
| bawah kolong jembatan aja keren |
| Patung Merlion |
ESPLANADE
Setelah dari Merlion Park,
berjalan lah ke arah kiri menuju Jubilee Bridge. Jembatan ini khusus pejalan
kaki yang menghubungkan Merlion Park dengan Esplanade. Esplanade merupakan
gedung teater dengan bentukan unik melambangkan bentukan durian dengan sisik
nya.
YOUTH OLYMPIC PARK
Dari Esplanade berjalan terus
menuju gedung Marina Bay. Karena jalan di pinggiran Marina Bay banyak yang
ditutup, jadi terpaksa jalan agak jauh menuju kea rah jalan raya. Kita akan
melewati Youth Olympic Park. Semacam gedung gelanggang olahraga dengan taman
disebelahnya.
HELIX BRIDGE
Setelah dari Youth Olympic Park,
berjalan sedikit lagi kita akan mendapatkan Helix Bridge, jembatan khusus
pejalan kaki yang akan mengantarkan kita menuju kompleks Marina Bay Sands.
ART SCIENCE MUSEUM
Gedung pertama yang dijumpai
setelah Helix Bridge adalah Art Science Museum. Gedung berbentuk bunga teratai
dengan kolam yang mengelilingi nya. Kami tidak masuk ke museum ini mengingat
ada tujuan utama adalah tempat wisata gratisan. Hanya duduk dan bersantai di
pinggiran kolam sambil mengambil beberapa foto.
MARINA BAY SANDS
Setelah dari Art Science,
berjalan disepanjang Marina Bay Broadwalk, sambil menimkamati pemandangan
Marina Bay dan skyline gedung pencakar langit Singapura.
Setelah puas di area Outdoor,
masuk lah ke dalam area Mall. Brrr, nyess langsung dingin kena AC mall. Mall
ini berisi barang-barang branded dan super mahal semua. Karena bukan penggila
mall, tidak banyak yang bisa dilakukan disini.
Setelah puas berkeliling, tujuan
selanjutnya adalah Garden by The Bay. Dari mall ini cukup cari sign menuju
Garden By The Bay. Kita akan diarahkan menuju escalator super tinggi menuju ke
arah atap mall ini. Sampai di atas kita akan disuguhi pemandangan super dari
gedung Marina Bay Sands dengan 3 tower dan podium berbentuk kapal nya. Dan kita
akan berjalan melewati jembatan yang akan menghubungkan kita ke hotel Marina
Bay Sands.
Memasuki area hotel lagi-lagi
kita akan takjub melihat interior nya yang wah. Jembatan ini membelah area
hotel yang tinggi sehingga kita akan berada pada ketinggian yang cukup untuk
bisa menikmati interior gedung ke bawah dan ke atas.
| Eskalator menuju rofftop dan Garden By The Bay |
| Area Rooftop dengan view menara Marina Bay Sands |
GARDEN BY THE BAY
Keluar dari jembatan singkat di
area hotel, kita akan kembali dimanjakan dengan view Garden By The Bay yang
indah. Kita akan melewati jembatan lagi yang akan mengantarkan kita langsung
menuju GBTB. Fyi, untuk masuk dan berkeliling area GBTB ini gratis, kecuali
ingin masuk ke Cloud dome, Flower Dome, dan OCBC Skywalk baru di kenakan biaya.
Untuk masuk ke Cloud Dome dan Flower Dome dikenakan tiket sekitar 250an ribu,
sedangkan Skywalk sekitar 80an ribu.
Jadi ya kita sepakat tidak beli tiket apa apa. HEMAT.
Akhirnya hanya berkeliling saja
di GBTB.
BATERAI KAMERA HABIS, WAKTUNYA
BALIK KE HOTEL
Setelah puas berkeliling, rencana
awal adalah menunggu sunset disini hingga malam dan menonton pertunjukan lampu
disini. Namun apalah daya, baterai kamera habis dan adapter charge nya hanya
bisa dicolok ke listrik langsung. Akhirnya sore itu kita putuskan untuk kembali
ke Hostel untuk nge charge kamera dulu sambil Check in, dan kebetulan belum
makan siang juga, sekalian makan malam dulu kemudian kembali lagi malam hari ke
area Marina Bay untuk menonton pertunjukan laser.
Menuju MRT terdekat Stasiun
Bayfront. Karena berada di jalur biru sama dengan stasiun Rochor jadi tidak
perlu repot ganti jalur kereta. Tapi siap-siaplah berjalan sangaaat panjang di
stasiun Bayfront ini.
Sampai di Hostel, kita check in
dulu. Kami diberi bed cover dan name tag masing-masing. Sampai di kamar kita
bebas memilih tempat tidur mana yang belum ada name tag nya dan kita harus
memasang sendiri bed cover nya.
| Istirahat sejenak |
Selesai istirahat sejenak dan
charge batre. Kami pun berangkat dari hostel. Sebelumnya makan malam dulu di
restoran India muslim diseberang hostel. Saya pesan nasi lemak ayam lagi.
Rasanya sih biasa saja, jauh lebih enak dan murah di Satff Canteen Changi tadi
pagi.
LITTLE INDIA
Karena masih kecapekan, malam ini
ke tempat yang dekat saja. Karena hostel lokasinya di Rochor yang masih daerah
Little India jadd cukup jalan kaki saja. Kami jalan kaki menuju Mustafa Center
yang buka 24 jam, sembari melihat oleh-oleh. Mustafa Center ini semacam
toserba, segala nya ada mulai dari peralatan rumah tangga, alat listrik,
subvenir oleh-oleh, coklat dll, sangat pusing kalau sudah masuk sini, sangat
ramai dan terlalu sempit.
Tapi tidak ada yang menarik
menurut saya, harga coklat nya juga mahal, dan harus teliti melihat expired
date karena banyak yang sudah hampir habis.
Kaki sudah pegal dan sudah larut,
toko juga sudah banyak yang tutup. Jalanan menuju hostel sudah sepi dan cukup seram,
mesti hati-hati karena banyak orang aneh disekitar Little India ini.
Jumat, 4 Agustus 2017
Next day, setelah selesai mandi
dan berberes, waktunya sarapan di hostel kebetulan sudah free breakfast.
Breakfast disini sederhana saja hanya berupa roti dengan selai, sereal, susu,
teh , dan kopi. Tapi sudah cukup kenyang lah, apalagi mengingat harga makan di
SG sangatlah mahal.
Berikut destinasi di hari kedua
ini, here you go!
FUTURE OF US EXHIBITION
Kembali lagi ke area Marina Bay
Sands. Turun di MRT Bayfront. Ambil exit menuju GBTB. Keluar dari stasiun ambil
kea rah kanan kita akan melihat bangunan melengkung unik berwarna putih.
Karena masih pagi jadi disini
masih sepi sekali. Jadi bisa puas berfoto. Sepertinya ini adalah gedung bekas
Exhibition tapi masih dibiarkan berdiri.
Mempunyai 3 lubang sebagai
gerbang masuknya. Ketiga nya mempunyai visual yang berbeda-beda layaknya sebuah
frame. Pertama visual ke arah Marina Bay Sands, Kedua visual ke arah GBTB, dan
ketiga ke arah gedung tumpukan pencakar langit. Sepertinya memang sudah
benar-benar direncanakan dengan sedemikian rupa.
OCBC SKYWALK
Untuk mengatasi kekecewaan tadi
malam yang gagal total. Jadi hari ini sepertinya biarkan lah memanjakan diri
dengan membeli tiket OCBC Skywalk di GBTB. Sekali ini lupakan dulu kata HEMAT.
Sampai di area Supertree Groove,
kami pun mencari loket pembelian tike OCBC Sky Walk. Setelah membeli tiket kita
diarahkan menuju lift yang ada didalam batang pohon buatan ini. Sampai di atas
lagi lagi kita akan berdecak kagum. Walapun semua taman ini hanya buatan tapi
sangatlah indah dari atas sini.
VIVO CITY BROADWALK
Selesai dari skywalk, kita menuju
kearah jalan raya. Kami mencoba lagi untuk naik bus keVivo City setelah
semalam gagal dengan busnya. Tapi kali ini rute nya jelaskok. Di papan
informasi jelas ada jurusan menuju Vivo City. Dan akhirnya berhasil naik bus.
Enak nya naik bus kita bisa melihat jalanan di Singapore yang indah dan
canggih, berbeda dengan MRT yang hanya kelihatan terowongan saja.
| Naik bus menuju Vivo City, untuk bus juga sudah tercover dengan STP unlimited. |
Vivo city ini adalah mall dan gerbang
menuju Sentosa Island. Ada beberapa cara menuju pulau Sentosa. Bisa Naik taxi,
bus, monorel atau bahkan berjalan kaki. Untuk monorel dikenakan biaya $4 dengan
stasiun beradad di lantai paling atas Vivocity. Sedangkan untuk berjalan kaki
melalui Broadwalk hanya $1 saja.
| Broadwalk menuju Sentosa |
| Tiba di Sentosa Island |
Yap tentu saja kita coba
broadwalk saja. Murah meriah. Ditambah lagi kita akan disuguhkan pemandangan
lautan yang indah. Jangan khawatir, jalanan menuju Sentosa sangat nyaman,
sepanjang jalan beratap kok dan ada disediakan travellator kalau saja sudah
capek.
Sampai di Sentosa kami kebingunan
dimana harus membayar $1 nya. Ada sih disediakan gate machine nya, tapi sedang
di renovasi. Alhasil kami masuk Sentosa tanpa bayar apapun.
SENTOSA
Sampai di Sentosa. Tujuan pertama
adalah Universal Studio. Tentunya kami tidak beli tiket, hanya berfoto di luar
saja di bola dunia Universal Studio.
Setelah puas berkeliling tujuan berikutnya adalah daerah pantai Siloso.
Fyi, jika sudah di Sentosa, kita bisa
bebas naik monorel nya gratis, makanya saya mikir ngapain bayar $4 naik monorel
dari VIvocity, toh nanti juga di Sentosa kita bisa gratis naik monorel kok
untuk pulang ke VIVO, mending dari broadwalk saja gratis hehe.
Stasiun monorel ada 3. Beachfront
untuk daerah Universal Studion. Imbiah untuk daerah patung merlion Sentosa. Dan
Beach Station untuk daerah pantai.
Karena sudah berjalan hingga
daerah Imbiah, kami pun naik monorel dari Imbiah ke Beach Station.
SILOSO BEACH
Keluar Beach Station langsung ketemu
dengan Wings Of Time. Berjalan ke arah kanan saja menuju kearah Pantai Siloso.
Patainya bagus dengan ombak yang tenang.
PALAWAN BEACH
Di daerah pantai ini memanjang
dari timur hingga barat. Tidak ada monorel disini, tapi tenang ada tram yang
bisa membawa kita kea rah timur, cukup menunggu di halte yang sudah disediakan
saja dan perhatikan di halte mana akan berhenti. Dan tentunya tram ini GRATIS!!
Sampai di halte Palawan. Pantai
Palawan ini jauh lebih tenang, dengan laguna yang mengalir memisahkan pulau
palawan.
Setelah puas di pantai, waktunya
keluar dari Sentosa Island. Tinggal berjalan lagi menuju Beach Station, naik
monorel menuju Vivo City. Jika kita sudah berada di Sentosa, kita bebas naik
monorel gratis, walaupun kita masuk ke Sentosa tidak melalui monorel Vivo City.
| Di Beach Area ada tram gratis untuk transportasi dari pantai ke pantai yang lain |
| Jembatan gantung di Palawan Beach |
| Menara pandang di Palawan Beach |
CHINATOWN
Dari Mrt Harbourfront, tinggal
lurus menuju Chinatown melalui jalur ungu. Karena tujuan nya adalah mau cari
oleh-oleh souvenir jadi ambil exit pagoda street.
Untuk oleh-oleh menurut saya di
Chinatown cukup beragam dan dengan harga yang bersaing.
Karena bawa banyak belanjaan,
jadi kami balik ke hostel dulu sekalian istirahat.
Malam rencana lanjut lagi ke
Marina Bay.
APPLE STORE AT ORCHARD
Ada sedikit perubahan rencana.
Yang awalnya akan langsung ke Marina Bay, saya minta untuk singgah ke Orchard
dulu ke Apple Store. Karena mau ngecek harga iphone 7 titipan kakak saya dulu.
Kebetulan memang Apple Orchard ini juga baru buka dan sedang hits dikalangan
instagrammer dengan tangga melengkung nya yang super cantik.
Dari stasiun Rochor menuju
stasiun Orchard. Satiun Orchard ini berada di bawah mall ION Orchard. Berjalan
di jalanan Orchard sambil mencari dimana Apple Store nya. Ternyata Apple Store
nya berada di seberang jalan ION.
Gedung Apple ini super minimalis
namun elegan. Eksteriornya hanya berupa kaca raksasa disusun rapi dengan logo
khas apple nya. Memasuki interiornya disuguhi tangga melingkar disisi kira dan
kanan gedung. Tangga berlapis granit yang indah putih dan rapi. Spot foto
favorit paling favorit.
Yang saya kagumkan dari gedung
apple ini adalah keramahan nya dan pengunjung bebas keluar masuk tanpa harus
ditanyai mau cari apa kakak??
Walaupun kita tidak beli atau
tidak ada keperluan dengan gadged ini kita tetap bisa bebas masuk dan foto
sesuka nya dan kita bebas bisa pakai wifi dan ngecas hape sepuasnya dan
tentunya tersedia kursi yang cukup banyak di lantai 1 dan 2. WAH! Respect.
Gedung ini berlantai 2. Lantai 1
adalah khusus penjualan Iphone dan Ipad. Sedangkan lantai 2 khusus aksesoris
dan berfungsi sebagai aula tempat diadakan nya seminar dan talk show khusus
iphone. Keren nih Apple.
Untuk harga iphone disini memang
jauh lebih murah daripada apple store di Indonesia seperti iplug atau ibox.
Harga sudah cocok, tapi berhuung uang nya belum di transfer jadi kami akan
kembali lagi besok siang.
KESASAR DI BUS HINGGA TENGAH
MALAM
Dari Apple Orchard, kami akan
menuju Marina Bay lagi. Karena kaki sudah pegel maksimal seharian jalan, dan
mengingat stasiun rafless place masih sangat jauh berjalan kaki menuju marina
bay. Kami putuskan untuk mencoba bus. Saya cari stasiun bus terdekat dan lihat
papan informasi nya, saya lihat ada bus yang akan lewat di One Raffles. Saya
sih pikirnya One Rafles itu hotel yang ada dekat Jembatan Cavenagh tadi pagi.
Okelah kami pun naik bus itu. Dengan GPS ditangan yang tetap ON ngecek lokasi.
| Detik-detik sebelum nyadar salah naik bus |
Setelah 10 menit kemudian
barusalh saya saddar bahwa hotel yang tadi pagi adalah Fullerrton bukan One
Raffles. Mati deh salah naik bus. Tapi saya tetap optimis mungkin akan berhenti
didekat Marina Bay. Namun tiap saya harapkan berbelok kea rah yang benar bus
nya malah kea rah yang berlawanan menjauh dari Marrina Bay, dan hingga akhirnya
memasuki daerah Highway yang mustahil akan berhenti. Saya berusaha tetap
tenang. Highway menuju kea rah changi dan pemukiman warga yang mahal tidak ada
stasiun MRT yang dekat. Aduh gawat nih,
jam juga sudah hamper pukul 11 dan saya takut MRT akan tutup. Kalau naik taxi
sudah sejauh ini bakalan kena super mahal.
Kami pun memberanikan diri untuk
turun di antah berantah sebelum bus membawa lebih jauh lagi ke antah berantah.
Kami turun dijalanan didepan pusat perbelanjaan yang sudah tutup, jalan sudah
sagat sepi, Taxi juga tidak ada sama sekali. Buka map MRT terdekat adalah Paya
Lebar sekitar 3 km lagi, dan waktu tinggal setengah jam lagi sebelum MRT tutup.
Saya bilang, AYO LARI SAJAAA! Dan kami beneran LARII!! Ampun dah.
Setelah sekitar hamper 1 km
berlari sambil sesekali berjalan, saya terdiam sejenak. Mikir. Kok bodoh ya?
Kenapa gak coba taxi online Grab saja? BODOOH kok gak terpikir dari tadi. Saya
pun pesan Grab. Awalnya sudah ada driver tionghoa yang ambil, tapi lama
datengnya dan akhirnya di cancel drivernya, mungkin dia takut kali karena yan
oreder namanya abdul jemputnya di
jalanan super sepi pula, mungkin dikira teroris kali.
Saya coba order sekali lagi
menuju MRT Paya Lebar, alhamdulilah ada driver yang ambil, kali ini keturunan
melayu, mungkin akan lebih baik. Akhirnya kami dijemput drivernya, benar
drivernya abang melayu dan bisa bahasa melayu dan sangat baik, saya pun bercerita
tentang kebodohan salah naik bus tadi, mungkin dia merasa kasihan sehingga
ongkos yang harusnya $11 cukup bayar $10 saja katanya, baiknyaa..
Alhamdulilah sampai di stasiun
Paya Lebar dan kami masih sempat pulang menuju Rochor. Alhamdulilah, pengalaman
yang menegangkan tapi lucu dan bikin ngakak kalau diingat-ingat.
Akhir nya gagal melihat
pertunjukan laser di Marina Bay.
Sabtu, 5 Agustus 2017
HOUSE OF TAN TENG NIAH, LITTLE
INDIA
Tujuan pertama pagi ini masih
disekitaran Little India. Karena sedang malas jalan jauh, kita naik MRT saja.
Dari Rochor naik MRT jalur biru turun dii stasiun Little India. Ambil Exit
Kerbau Road dan tidak jauh dari exit akan kelihatan House of Tan Teng Niah
dengan warna nya yang ngejreng.
STADIUM MRT STATION
Stadium MRT station menarik untuk
di foto, desain nya yang futuristik dan modern. Salah satu karya WOHA
Architect.
SINGAPORE NATIONAL STADIUM
Dari MRT Stadium exit menuju
Stadium. Walau masih pagi tapi sudah banyak aktivitas warga disini. Menjadi
tempat tujuan utama warga lokal untuk berolahraga.
HENDERSON WAVE BRIDGE
Tidak ada MRT langsung menju
tempat ini, harus nyambung naik bus. Karena tidak mau repot gonta ganti bus,
cukup turun di stasiun MRT Telok Belangah kemudian ambil exit menuju opposite
atau seberang jalan dan kemudian cukup berjalan kaki menuju ke Henderson Road.
Dari Henderson road kita akan menemukan tangga curam disebelah kanan, naik saja
tangga tersebut dan kita akan sampai di Henderson Wave Bridge. Jembatan yang
sangat instagramable dan bagus untuk berfoto.
Selesai dari Henderson Wave
Bridge, kami kembali lagi ke Apple Orchard untuk membeli Iphone titipan. Proses
pembelian cukup gampang dan cepat.
SAYONARA SINGAPORE
Selesai urusan pembelian, kami
kembali ke hostel untuk berberes dan mengejar bus malam menuju Kuala Lumpur.
Untung nya di hostel kita masih bisa bebas memakai kamar mandi walaupun sudah
checkout.
Tiket bus malam sudah saya book
melalui website easybook. Karena harga tiket direct dari SG-KL sangat mahal,
jadi saya ambil tiket bus Johor Baru- KL pukul 11 malam, selisih harga nya
hampir setengahnya. Dari SG menuju Johor
kita bisa naik bus dari Queen Street tidak jauh dari Stasiun Bugis.
Setelah packing kita pun
buru-buru menuju MRT rochor dan turun di stasiun Bugis. Ambil exit menuju Victoria
Street, kemudian berjalan kaki menuju Queen Street. Tapi sebelumnya tukarkan
dulu kartu STP di stasiun Bugis dengan deposit $10, lumayan tambahan jajan di
KL nanti.
Tiba di queen street jangan
bayangkan stasiun bus besar, hanya seperti lapangan kecil saja dengan beberapa
bus yang parkir. Beli tiket di meja loket menuju Johor baru dengan harga $4,
oya jangan lupa menyebutkan lokasi turun di Johor nanti agar tidak salah naik
bus, kami kebeulan turun di Stasiun Larkin.
Tidak lama setelah beli tiket
kami langsung naik bus dan langsung berangkat. Bus nya sempit dan sumpek, agak
susah bila dengan barang bawaan yang banyak. Untung saja perjalanannya hanya
sebentar.
Belum sampai di pos imigrasi
Woodlands sudah macet panjang. Semua penumpang pada turun di tengah kemacetan
tersebut dan berjalan kaki menembus macet menuju pos, kami ya ikuti saja
rombongan pada kemana, tapi jangan lupa hapal warna bus dan plat nya ya, agar
tidak susah nanti.
Semua orang pada berlari dan kami
pun ikutan lari, ntah apa yang dikejar tapi semua orang terburu-buru seperti
dikerjar setan. Untung hanya bawa ransel tanpa koper, gak kebayang jika harus
gerek-gerek koper sambil lari-larian.
Sampai di pos imigrasi ramai nya
luar biasa dan semua orang seperti beneran dikerjar setan, muka nya gak ada
yang santai, semua ngos ngosan. Saya gak terbayang bakalan seperti ini ternyata
suasana di imigrasi. Seperti kawanan bison yang sedang berlari, jika kita tidak
cepat juga kita yang bakal kelindes. Jadi sedia stamina yang fit.
Proses imigrasi lancar dan tidak
ada masalah. Masuk ke pos imigrasi Johor tetap juga berlari. Hingga akhirnya
pelarian ini ada ujung nya. Setelah selesai proses kami pun berhenti di
parkiran bus. Masih dengan napas yang ngos-ngosan kami cari bus yang tadi
apakah sudah datang, tapi sepertinya belum tiba.
Setelah bus tiba kami langsung
naik. Bus masih sepi tapi langsung berangkat saja walaupun masih banyak
penumpang yang belum masuk, bus nya hanya menunggu sebentar saja. Oo saya
mengerti sekarang kenapa semua orang terburu-buru seperti dikejar setan, kalau
kita tidak cepat bus akan meninggalkan kita, jadinya kita harus menunggu bus
berikutnya lewat.
Tiba di Stasiun Larkin, kami
langsung mencari loket bus yang besangkutan untuk menukarkan tiketnya. Bus tiba
pukul 11.30. Masih banyak waktu jadi kami makan malam dulu.
Bus nya nyaman dengan ruang kaki
yang lega. Kami pun tertidur pulas di bus hingga sampai di KL.
Minggu, 6 Agustus 2017
TERMINAL BERSEPADU SELATAN
Sesuai perkiraan, kami akan tiba
sekitar pukul 4 pagi. Jadi saya ambil bus yang menuju Terminal Bersepadu
Selatan bukan KL Sentral, maksudnya agar bisa tidur ngemperan di stasiun sampai
pagi. Walaupun kondisi yang sangat dingin dengan alas tidur hanya brosur
tourism map dari Singapore, kami pun melanjutkan tidur.
Hari sudah terang, walapun tidak
nyenyak dan pusing, kami pun menuju stasiun ktm dengan tujuan KL sentral.
Sampai di KL sentral, maksudnya ingin mandi di Bilik Mandi di KL Sentral, dulu
waktu ahun 2014 saya pernah mandi di KL Sentral. Ternyata Bilik Mandi nya sudah
tutup dan tidak beroperasi lagi. Kebingungan cari tempat mandi, akhirnya saya
nekat mandi di toilet saja, kebetuluan toilet jongkok jadi gampang mandinya.
Untuk backpack dan barang bawaan
kami swa loker di KL sentral, ada bermacam harga tergantung ukuran loker dan
durasi sewanya.
Tujuan di KL hanya tempat wisata
umum saja, karena di KL hanya sebentar saja menunggu pesawat jam 11 malam
nanti, tujuan utama sebenarnya hanya untuk belanja oleh-oleh saja.
Untuk oleh-oleh bisa cari di
central market dan chinatown.
BUKIT BINTANG
Hari sudah malam, waktunya
kembali ke KL sentral ambil loker dan beli tiket bus menuju KLIA2 seharga RM12
saja. Berakhirlah liburan super hemat selama 4 hari di SG dan KL. Liburan ke
Singapore tentunya bisa HEMAT dan gak harus mahal.