The Portraits of Hanoi | Vietnam (3)

DAY 3
Jumat, 19 Januari 2018



Jumat malam sekitar pukul 9 malam tiba di Hanoi. Bus tidak bisa mengantar ke hotel karena pada weekend jalanan di pusat Old Quarter ditutup, jadi Kami berjalan kaki saja. Old Quarter merupakan main tourist area di Hanoi. Suasana di Hanoi disambut dengan hiruk pikuk warga lokal dan turis berjalan di area Old Quarter dan Hoan Kiem Lake. Banyak aktivitas sosial disini, seperti dansa massal para bapak bapak dan ibu ibu lokal. Lumayan menyenangkan bisa menyaksikan aktivitas malam disini, sangat ramai tapi mneyenangkan. Jalanan padat dengan sepeda motor, harap hati-hati menyeberang jalan. Akhirnya ketemu hostel tempat menginap, Hay Hostel. Tempatnya bagus dan bersih. Kami ambil 2 kamar private dan kamarnya juga bagus bersih dan cukup luas.



 Suasana malam hari di sekitar Old Quarter
Hoan Kiem Lake Bridge
Tempatnya beberaparestoran siap saji dan kafe berkumpul dalam satu gedung


Setelah selesai beres-beres, kami kembali ke pusat old quarter untuk mencari makan. Akhirnya ketemu KFC, serasa surgaa. Tapi sayang ternyata sudah tutup karena kemalaman, Dominos Pizza juga sudah tutup.

Oke cari makanan di Night Market saja. Ternyata juga tidak ada makanan yang jelas disini, hanya sosis dan bakso bakar atau daging-dangingan yang tidak tahu daging apa. Oke tahan lapar dulu deh.
Tiba-tiba ada ibu penjual kue semacam donat goreng khas Vietnam menawarkan kepada saya, ibu ini juga bisa berbahasa Inggris, saya berniat beli 4 donat saja untuk dibagi berempat dengan harga 20.000 dong saja, tetapi ibu itu malah memasukkan banyak kedalam plastiknya, saya bilang cukup 4 saja terlalu banyak, tetapi dia memaksa bahwa ini enak sekali, saya iya kan saja dengan harga menjadi 30.000 dong. Karena tidak punya uang pas saya berikan saja 20.000 dong 2 lembar. Saya menunggu kembalian, tapi ibu tersebut malah bersiap pergi, saya panggil dan meminta kembalian nya, ibu itu malah marah dan sewot, saya juga ikutan ngotot jadinya tadi ibu bilang 30rb kok malah jadi 40rb, akhirnya dia mengalah dan menambahkan lagi kue ke dalam plastik kue nya dengan alasan dia bilang tidak punya uang kembalian. Fiuuhh, hati-hati ditipu oleh pedagang disini, memang sih jumlah nya tidak banyak, tetapi ya namanya tetap penipuan, dan tipikal penjual disini agak sedikit memaksa.

Sempatkan juga membeli beberapa oleh-oleh disini, walaupun tidak terlalu beragam, karena kebanyakan hanya menjual pakaian, jaket, sepatu, sementara  untuk souvenir khas tidak terlalu banyak. Setelah capek berjalan jalan di sekitaran old quarter waktunya kembali ke hostel. Karena belum makan akhirnya kami putuskan untuk memasak nasi sendiri, kebetulan kami bawa rice cooker mini khusus traveling dengan lauk mi instan dan abon rendang lumayan kenyang lah.



 Suasana Night Market di Old Quarter, Hanoi


DAY 3
Sabtu, 20 Januari 2018

Sudah selesai siap-siap dan packing. Lanjut eksplor kota Hanoi. Sebelumnya sarapan roti dulu di hostel dan titip koper.

Destinasi pertama yaitu St. Joseph Chatedral of Hanoi, sebuah katedral tertua di Hanoi dengan gaya arsitektur gothic dibangun oleh colonial Perancis pada masanya menyerupai Gereja Notre Dame di Perancis. Kebetulan jarak nya tidak terlalu jauh jadi bisa jalan kaki saja. Sepanjang jalan melalui jalanan di Old Quarter sangat menarik. Banyak aktivitas yang menarik untuk dilihat, mulai dari lalu lintas sepeda motor yang sangat ramai, bangunan ruko tua, lalu Lalang penduduk, suasana pagi dimana banyak penduduk dan turis yang sarapan di pinggir jalan dengan kursi kecil dan meja kecil, ditambah lagi dengan cuaca yang dingin dan berkabut menambah eksotisme kota ini.



St. Joseph Cathedral of Hanoi
Destinasi berikutnya Train Street, yaitu jalur rel kereta Hanoi yang sangat sempit dengan bangunan ruko penduduk di kiri kanan nya. Jaraknya juga dekat dari katedral. Setiba di rel kereta, banyak warga yang beraktifitas di sekitaran rel, mulai dari pedagang asongan, dan bahkan ada yang duduk santai di tengah rel sambal ngobrol dan minum kopi. Sengaja menunggu kereta lewat, tapi seperti nya masih lama dan kami tidak tau jadwal nya. Mengingat waktu yang sudah mulai siang jadi kami lanjut saja ke destinasi berikutnya.

Rel kereta yang masih aktif di Hanoi yang dijadikan area aktivitas warga

 Jalur rel kereta Hanoi yang sempit dan dipadati bangunan warga

Setiap sudut kota punya spot yang menarik untuk difoto
Destinasi selanjutnya yaitu Ho Chi Minh Maussoleum. Karena lokasinya yang agak jauh jadi order Grab saja. Kami di turunkan driver Grab di sisi kanan museum. Jalurnya dijaga ketat oleh keamanan setempat dan ternyata tidak ada jalur masuk dari sana. Jadi kami berkeliling lagi mencari gerbang masuk nya ada dimana. Kali ini Google Maps lah harapan. Akhir nya ketemu juga, saya bertanya kepada penjaga, dia jawab bahwa museum nya sudah tutup, padahal itu masih pukul 11 siang, tetapi untuk mellihat-lihat diluar kompleks boleh-boleh saja.

Suasana semakin dingin ditambah lagi turun sedikit gerimis, perut pun semakin lapar. Beruntungnya ketika tiba di Mausoleum tengah ada pergantian shift jaga oleh tentara penjaga, jadi ada prosesi baris berbaris pergantian penjaga, lumayan ada tontanan seru. Hampir mirip dengan prosesi pergantian penjaga istana di Inggris. Komplek Mausoleum ini sangat besar dengan beberapa bangunan pendukung. Bangunan utama nya sendiri dijaga ketat oleh penjaga dimana didalam nya disimpan jasad Ho Chi Minh yang telah di awetkan. Di sisi kiri kompleks ini juga terdapat Istana Kepresidenan dengan gaya arsitektur yang tetap mengadopsi gaya kolonial Perancis.

 Jalanan menuju Ho Chi Minh Mausoleum

 Area Publik di depan gedung Mausoleum

 Prosesi pergantian penjaga Mausoleum

Ho Chi Minh Mausoleum, tempat jasad Ho Chi Minh ynag di awetkan disimpan

Istana Presiden VIetnam
Waktu sudah siang, waktunya kembali ke daerah Old Quarter. Tinggal order Grab lagi. Tiba di bundaran Old Quarter, waktunya makan siang dulu, mumpung ada KFC, akhirnya bisa makan enak juga. Dari lantai 2 KFC ini kita bisa melihat sekeliling Old Quarter yang ramai  dengan berbagai aktivitas.

 Suasana siang di Old Quarter

Suasana di pinggiran Hoan Kiem Lake siang itu.

Secangkir kopi sambil menikmati suasana Hanoi yang dingin

Turtle Tower di tengah Hoan Kiem Lake 
Selesai makan siang, kami menuju Hoan Kiem lake yang berada persis didepan KFC. Mengelilingi danau sambil menyeruput kopi hangat di siang hari yang dingin. Duduk di taman, menikmati udara Hanoi yang sejuk. Tak terasa hari sudah siang, waktunya kembali ke Hostel untuk kemudian menuju ke Noi Bai Airport untuk penerbangan ke Ho Chi Minh City pukul 5 sore. Untuk transportasi ke bandara cukup order Grab saja, jauh lebih murah bila saya bandingkan dengan harga yang ditawarkan oleh pihak hotel.


 Perjalanan pulang menuju Airport
Begitulah Potret kehidupan di Hanoi, walapun sedikit semrawut dan padat tetapi tetap menyimpan keindahan tersendiri dengan udara yang adem dan berkabut membuat kita betah duduk di taman sambil menyeruput kopi hangat dan memandangi aktivitas disekeliling. Inilah Hanoi, tua, semrawut, unik, tapi indah.


Berikut beberapa foto Potret jalanan dan kehidupan di Hanoi.












HINTS ABOUT HANOI
  • Udara di Hanoi cukup sejuk, siapkan lah pakaian tebal atau jaket.
  • Pada saat weekend, jalanan di kawasan Hoan Kiem Lake di Old quarter ditutup untuk kenderaan bermotor. Jadi kita bisa bebas berkativitas tanpa harus terganggu oelh lalu lintas yang padat.
  • Old Quarter merupakan distrik kota tua dimana banyak terdapat bangunan tua bergaya Perancis dan merupakan pusat kegiatan turis karena banyak terdapat hotel, cafĂ©, dan bar.
  • Berkeliling kota Hanoi cukup order Grab Taxi saja, lebih mudah dan hemat.
  • Jalanan di Hanoi sangat padat kenderaan terutama motor, dengan tingkat lalu lintas yang agak semrawut, hati-hatilah ketika berjalan.
  • Seperti di Halong City, kebiasan klakson sembarangan juga terjadi disini. Sangat berisik.
  • Agak susah menemukan makanan halal, selalu sediakan mi instan sendiri atau bawa rice cooker mini dari rumah.
  • Airport di Hanoi sangat ketat mengawasi ukuran bagasi koper yang dibawa ke kabin, beberapa penumpang diperiksa dan ditimbang kembali. Hingga proses boarding naik ke pesawat saja masih terus di cek. Belum bisa tenang sebelum benar-benar sudah berada di pesawat. Untuk aman nya beli lah bagasi tambahan.