Akhir Tahun di Makassar
Apa?? Paling pertama terbesit
dipikiran saya, Waduh berapa ya harga tiket kesana? Ditambah itu pas lagi peak
season pula. Tetapi setelah dipikir, emang gak ada rencana juga sih, dan terus
kapan lagi ada kesempatan ke Makassar mumpung ibu dan kakak saya kebetulan
sedang disana pula.
![]() |
| Ngemper tiduran di bangku T2 Soekarno Hatta yang sepi di pagi buta |
Okelah, pesan tiket via Traveloka
and DONE! Tiket Medan-Makassar pulang pergi sudah ditangan, dengann harga tiket
yang lumayan hmmm melebihi kepala 3. Trip kali ini juga terbilang singkat hanya
3 hari saja. Menghemat waktu saya pilih pesawat malam agar bisa masuk kerja
dulu. Dan rencana menginap di T2 Soekarno Hatta kemudian lanjut penerbangan ke
Makassar pukul 5 pagi.
Akhirnya sampai juga di Makassar.
Selamat Pagi Makassar!
![]() |
| Welcome To Makassar |
Masih belum menyangka akhirnya
bisa juga menginjakkan kaki di gerbang timur Indonesia ini. Keluar dari pesawat
melewati garbarata, saya langsung mencari toilet dulu. Tak disangka ternyata di
toilet bandara ini ada tersedia ruang shower untuk mandi dan GRATIS! Tidak ada
salahnya dicoba kebetulan belum mandi pagi juga. Sayang nya pintu showernya
kunci nya rusak, jadi saya harus minta tolong kepada pejaga agar menjaga pintu
sewaktu saya mandi.
NGAPAIN AJA DI MAKASSAR?
Untuk di Kota Makassar sendiri
cukup banyak tempat yang bisa dikunjungi, tinggal google saja top sight di Makassar
dan voila! Kota nya cukup rapid an tertata, gampang kemana-mana dan ramah
pendatang baru. Saya memulai perjalanan dengan order gojek untuk keliling kota.
Kabupaten yang ada di sekitar
Makassar juga tidak kalah untuk dikunjungi, seperti kabupaten Maros di Utara
dan Kabupaten Gowa di Selatan, banyak destinasi wisata yang bisa dikunjungi.
MAKASSAR CITY TOUR
Karena kebetulan saya masih
sendiri, sambil menunggu ibu dan kakak saya sampai di Makassar saya keliling kota
sendiri dulu. Bermodal abang gojek dan google.
Destinasi pertama Menara Phinisi
UNM Makassar, bangunan kampus yang unik dengan bentukan kapal Phinisi karya
arsitek Yu Sing. Detail yang unik seperti sirip di permukaan menaranya yang
membuat tempat ini sangat instagramable dan waji dikunjungi bagi penggemar foto
dan arsitektur.
| Menara Phinisi UNM Makassar |
Berikutnya Pantai Tanjung Layar
Putih. Bermodal foto di Instagram, sepertinya tempatnya bagus. Dan ternyata pantai
ini cukup jauha dibawa berkeliling sama abang gojeknya karena gps yang dibawa
berputar putar tak tentu. Lokasi nya ternyata sudah masuk kab. Gowa dan
sebenarnya dekat kalau dari pantai losari.
Sampai di lokasi seperti tidak meyakinkan, di bawah jembatan Barombong ada jalan setapak menurun ke bawah dan ternyata memang itu tempatnya. Ada penduduk setempat yang menutip uang masuk sebesar 5 ribu rupiah. Lokasi nya cukup remang-remang dan terpencil, sepertinya ini lokasi tempat mesum rang pacaran, karena banyak terdapat gubuk-gubuk tertutup tirai, wadduhhh.
Karena sudah terlanjur sampai disini yasudah foto-foto aja dulu pantainya. Pantainya sendiri tidak bagus amat da nagak kotor sih. Yang membuat unik tempat ini ada semacam patung berbentuk perahu phinisi dengan layar nya di tengah pantai. Yap instagramable!
![]() |
| Patung Perahu Phinisi Icon di pantai ini |
![]() |
| Dermaga rusak di panta tanjung layar putih |
Sedang asyik foto tiba-tiba abang
gojek menyapa dan minta foto pake kamera. Ketika saya tanyakan fotonya mau
dikirim kemana bang, eh katanya yaudah dek simpan saja. Momen ter- absurd.
| Momen ter absurd bersama abang gojek |
Berikutnya menuju Pantai Losari
yang terkenal itu, dengan Mesjid terapung nya yang indah. Tiba di Losari
suasana masih sepi pagi itu, tapi sudah cukup terik.
Dari kejauhan sudah terlihat
Mesjid terapung dan saya menghampirinya. And guess what?
Sejenak saya patah hati melihat
nya, huhh. Tidak seindah difoto ternyata. Air laut dibawah Mesjid yang sangat
kotor dan berbuih dengan aroma amis. Dan yang paling menggangu yaitu kubah
depan masjid, kenapa menggantung setengah lingkaran seperti itu, apa yang terjadi
di kepala sang desainer? Sangat menggangu mata dan seakan meruntuhkan keindahan
konsep si Mesjid terapung itu. Sangat tidak habis pikir saya.
| Areal Mesjid terapung yang sangat kotor dengan air laut yang banyak sampah dan berbuih amis. |
| kenapa kubahnya bergantung setengah lingkaran? |
Disamping desain Mesjid yang
membuat kecewa, areal pantai losari ini cukup asik, asik buat bersantai sambil melihat
hiruk pikuk kota dengan hembusan angin pantai yang sejuk.
Kenapa disebut Pantai? Padahal tidak
ada garis pantai yang bisa di jelajahi disini.
| Pantai Losari |
Hari semakin siang, destinasi terakhir
saya Fort Rotterdam. Sebuar benteng peninggalan Belanda yang kini sudah dialihfungsikan
menjadi museum. Kita bisa naik keatas benteng dan berjalan mengelilingi benteng
sambal melihat suasana kota. Jangan lupa sempatkan juga melihat koleksi sejarah
didalam museum. Oya, masuk ke benteng ini gratis, kecuali jika ingin masuk
museum baru bayar.
Selepas dari Fort Rotterdam saya pamit
dan terimaksih pada abang gojek yang udah mau nganterin keliling kota.
Berikutnya saya menuju Rammang-rammang di Kab. Maros untuk bertemu dengan
keluarga saya disana.
RAMMANG-RAMMANG KAB. MAROS
Destinasi wajib kalau ke Makassar,
pengunungan karst yang sangat indah. Tidak kalah dengan Vietnam dan di Thailand.
Salah satu pengunungan karst yang terbesar di dunia. Kalau sudah nonton film
The Nekad Traveller pasti tahu tempat ini.
Rammang-Rammang merupakan dusun
kecil yang dkelilingi ileh pegunungan karst, dan akses menuju dusun ini harus
menyusuri sungai bakau dengan perahu.
Bagaimana cara kesana? Gampang
saja, dari kota Makassar hanya sekitar 1 jam saja. Benar, hanya dengan 1 jam
saja dari hiruk pikuk kota kita sudah bisa menikmati sejuknya alam di Maros. Transportasi
kesana juga gampang, kemarin saya order grab car saja, hanya sekitar 100 ribuan
saja.
Tiba di Maros sudah mulai disambut
pegunungan karst yang kelihatan dari jauh. Saya pun bertemu dengan keluarga
saya di Maros dan melanjutkan perjalanan menuju gerbang masuk ke Rammang-Rammang.
![]() |
| dari kejauhan sudah terlihat pegunungan karst |
Untuk masuk ke ramming-rammang
ini kita harus sewa perahu untuk menyusuri sungai hutan bakau. Harga sewa
perahu sekitar 200ribuan. Kita akan dibawa berkeliling sungai hutan bakau
dengan pemandangan yang sejuk dan indah dengan pengunungan karst dan batuan
yang unik dipanjang perjalanan. Sebenarnya kita bisa minta agak perahu berhenti
di beberapa spot dengan bebatuan yang sangat indah dan unik, tetapi berhubung kali
ini trip keluarga dengan beberapa anak kecil, jadi di skip saja. Langsung
menuju kampung rammang saja.
| Menyusuri sungai hutan bakau menuju kampung rammang-rammang |
![]() |
| Pemandangan batuan unik disepanjang sungai |
![]() |
| Sesekali kita akan melewati terowongan batu |
![]() |
| Dermaga di kampung rammang-rammang |
Tiba di kampung Rammang-rammang,
speechless! Luar Biasa indah! Kampung dengan beberapa ruamh dan kepala keluarga
saja dkelilingi pegunungan karst yang menjulang tinggi. SO BREATHTAKING!
Jika kelaparan disini jangan
khawatir, ada warung kecil yang menyediakan es kelapa, pisang goreng, atau pun mie
instan. Dan disini juga terdapat homestay ala kadarnya jika ingin menginap.
Ada beberapa track yang bisa kita
jalani disini, tapi ingat harus tetap hati hati karena jalan yang licin dan
berbatu.
Tapi sayang nya, ketika kesana
kondisi kolam sedang berlumut sehingga
menghalangi refleksi pegunungan karst di kolam nya. Sayang sekali. Mungkin kalau
datang saat musim kering kondisi kolam airnya bisa lebih jernih dan bersih.
| Main Point of View di rammang-rammang |
Puas menjelajah rammang-rammang
kami pun kembali ke dermaga dan perahu yang tadi sudah menunggu untuk pulang. Hari
sudah sore, waktunya kembali ke Makassar.
MALINO HGHLANDS, KAB. GOWA
Kali ini waktunya menjelajah ke Kab.
Gowa, menuju kearah timur terdapat dataran tinggi Malino. Kalau di Medan
mungkin seperti Berastagi kali ya.
Dari Makassar sekitar 2 jam
perjalanan dan cukup jauh dibandingkan ke Maros. Dengan kondisi jalan yang rusak
parah.
Things To Do in Malino? Di Malino
terdapat beberapa destinasi. Seperti Hutan pinus, dengan beberapa aktivitas seperti
berkuda, makan jagung bakar, ataupun camping. Terdapat beberapa viewpoint yang
bisa kita kunjungi disini. Ataupun bisa
masuk ke areal resort Malino Highlands dengan pemandangan kebun teh dan kebun
bunga nya yang indah. Tapi sayang sekali, pada saat itu hujan desar dan sangat
berkabut, jadi tidak ada yang bisa dilihat sajuhh mata memandang hanya kabut.
| Suasana di jalanan Malino |
![]() |
| Hutan Pinus Malino |
| Camping di Malino |
| Aktivitas Berkuda bisa jadi alternatif di hutan pinus |
| Kebun bunga di Malino Highlands |
| Kebun Teh Malino Highlands yang berkabut waktu itu, jika sedang cerah pemandangan nya akan sangat indah |
Sepulang menuju makassar jangan
lupa melewati rute Dam Bilibili. Dam besar yang meyerupai danau, ada beberapa
warung makan dengan view danau yang indah. Makan ikan goreng sambil menatap
sunset terakhir di tahun 2017
Malam tahun baru kemana?
Karena memang bukan yang suka
keramaian dan hiruk pikuk, malam tahun baru biasanya hanya dirumah saja nonton
tivi dan sambil melihat fireworks dari jendela saja. Dan kembang api dai
jendela hotel not bad at all.
BANTIMURUNG NATIONAL PARK, MAROS
The last day in Makassar. Kembali
lagi ke Maros, ada yang terlewat, Bantimurung. Masih dengan pengunungan karst
khas Maros. Dan lokasi yang masih disekitaran Rammang-rammang juga. Bantimurung
ini merupakan areal penangkaran kupu-kupu dan serangga. Dengan air terjun besar dengan aliran sungai yang sudah di modifikasi sedemikian rupa menjadi
kolam pemandian. Bantimurung ini jauh lebih ramai dan diminati dibandngkan ramming-rammang.
Tapi saya lebih suka suasana di rammang-rammang.
| Pengunugan karst menyambut di taman nasional bantimurung |
![]() |
| Bantimurung, kingdom of butterflies |
| Kolam pemandian di Bantimurung |
| Air Terjun Bantimurug |
![]() |
| Souvenir Kupu-kupu yang diawetkan |
Yah, that’s all destinasi yang
saya kunjungi dalam waktu singkat yang hanya 3 hari di Makassar. Selebihnya
hanya jalan-jalan di Mall saja. Oya jangan lupa wisata kuliner di Makassar enak
semua, saya bahkan tidak sempat foto makanannya karena lahapnya. Coba makanan
wajib cotto makassar, palu basa, palu mara, pisang epek, semua enaak!
Awal tahun 2018 yang diawali
dengan bahagia. Please be nice 2018!
Semoga ada kesempatan lagi balik
ke Makassar, Pantai di Bira sudah menunggu, amin!















