Akhir Tahun di Makassar


Trip paling dadakan, tanpa persiapan apapun. Awal nya memang tidak  ada rencana akhir tahun mau ngapain. Sekitaran 1 minggu lagi menjelang akhir tahun pekerjaan di kantor semakin padat dan tak karuan, ditengah kepadatan pekerjaan itu ibu saya yang kebetulan sudah sebulan lebih sedang melanglang buana ke Samarinda dan Makassar bersama kakak perempuan saya beserta dengan cucu-cucu nya menelepon saya dan mengajak agar segera menyusul ke Makassar untuk menghabiskan liburan akhir tahun.

Apa?? Paling pertama terbesit dipikiran saya, Waduh berapa ya harga tiket kesana? Ditambah itu pas lagi peak season pula. Tetapi setelah dipikir, emang gak ada rencana juga sih, dan terus kapan lagi ada kesempatan ke Makassar mumpung ibu dan kakak saya kebetulan sedang disana pula.
Ngemper tiduran di bangku T2 Soekarno Hatta yang sepi di pagi buta

Okelah, pesan tiket via Traveloka and DONE! Tiket Medan-Makassar pulang pergi sudah ditangan, dengann harga tiket yang lumayan hmmm melebihi kepala 3. Trip kali ini juga terbilang singkat hanya 3 hari saja. Menghemat waktu saya pilih pesawat malam agar bisa masuk kerja dulu. Dan rencana menginap di T2 Soekarno Hatta kemudian lanjut penerbangan ke Makassar pukul 5 pagi.
Akhirnya sampai juga di Makassar. Selamat Pagi Makassar!

Welcome To Makassar

Masih belum menyangka akhirnya bisa juga menginjakkan kaki di gerbang timur Indonesia ini. Keluar dari pesawat melewati garbarata, saya langsung mencari toilet dulu. Tak disangka ternyata di toilet bandara ini ada tersedia ruang shower untuk mandi dan GRATIS! Tidak ada salahnya dicoba kebetulan belum mandi pagi juga. Sayang nya pintu showernya kunci nya rusak, jadi saya harus minta tolong kepada pejaga agar menjaga pintu sewaktu saya mandi.


NGAPAIN AJA DI MAKASSAR?

Untuk di Kota Makassar sendiri cukup banyak tempat yang bisa dikunjungi, tinggal google saja top sight di Makassar dan voila! Kota nya cukup rapid an tertata, gampang kemana-mana dan ramah pendatang baru. Saya memulai perjalanan dengan order gojek untuk keliling kota.
Kabupaten yang ada di sekitar Makassar juga tidak kalah untuk dikunjungi, seperti kabupaten Maros di Utara dan Kabupaten Gowa di Selatan, banyak destinasi wisata yang bisa dikunjungi.


MAKASSAR CITY TOUR
Karena kebetulan saya masih sendiri, sambil menunggu ibu dan kakak saya sampai di Makassar saya keliling kota sendiri dulu. Bermodal abang gojek dan google.
Destinasi pertama Menara Phinisi UNM Makassar, bangunan kampus yang unik dengan bentukan kapal Phinisi karya arsitek Yu Sing. Detail yang unik seperti sirip di permukaan menaranya yang membuat tempat ini sangat instagramable dan waji dikunjungi bagi penggemar foto dan arsitektur.


Menara Phinisi UNM Makassar


Berikutnya Pantai Tanjung Layar Putih. Bermodal foto di Instagram, sepertinya tempatnya bagus. Dan ternyata pantai ini cukup jauha dibawa berkeliling sama abang gojeknya karena gps yang dibawa berputar putar tak tentu. Lokasi nya ternyata sudah masuk kab. Gowa dan sebenarnya dekat kalau dari pantai losari.

Sampai di lokasi seperti tidak meyakinkan, di bawah jembatan Barombong ada jalan setapak menurun ke bawah dan ternyata memang itu tempatnya. Ada penduduk setempat yang menutip uang masuk sebesar 5 ribu rupiah.  Lokasi nya cukup remang-remang dan terpencil, sepertinya ini lokasi tempat mesum rang pacaran, karena banyak terdapat gubuk-gubuk tertutup tirai, wadduhhh.

Karena sudah terlanjur sampai disini yasudah foto-foto aja dulu pantainya. Pantainya sendiri tidak bagus amat da nagak kotor sih. Yang membuat unik tempat ini ada semacam patung berbentuk perahu phinisi dengan layar nya di tengah pantai. Yap instagramable!


Patung Perahu Phinisi Icon di pantai ini

Dermaga rusak di panta tanjung layar putih


Sedang asyik foto tiba-tiba abang gojek menyapa dan minta foto pake kamera. Ketika saya tanyakan fotonya mau dikirim kemana bang, eh katanya yaudah dek simpan saja. Momen ter- absurd.
Momen ter absurd bersama abang gojek

Berikutnya menuju Pantai Losari yang terkenal itu, dengan Mesjid terapung nya yang indah. Tiba di Losari suasana masih sepi pagi itu, tapi sudah cukup terik.

Dari kejauhan sudah terlihat Mesjid terapung dan saya menghampirinya. And guess what?
Sejenak saya patah hati melihat nya, huhh. Tidak seindah difoto ternyata. Air laut dibawah Mesjid yang sangat kotor dan berbuih dengan aroma amis. Dan yang paling menggangu yaitu kubah depan masjid, kenapa menggantung setengah lingkaran seperti itu, apa yang terjadi di kepala sang desainer? Sangat menggangu mata dan seakan meruntuhkan keindahan konsep si Mesjid terapung itu. Sangat tidak habis pikir saya.
Areal Mesjid terapung yang sangat kotor dengan air laut yang banyak sampah dan berbuih amis.

kenapa kubahnya bergantung setengah lingkaran?

Disamping desain Mesjid yang membuat kecewa, areal pantai losari ini cukup asik, asik buat bersantai sambil melihat hiruk pikuk kota dengan hembusan angin pantai yang sejuk.
Kenapa disebut Pantai? Padahal tidak ada garis pantai yang bisa di jelajahi disini.


Pantai Losari

Hari semakin siang, destinasi terakhir saya Fort Rotterdam. Sebuar benteng peninggalan Belanda yang kini sudah dialihfungsikan menjadi museum. Kita bisa naik keatas benteng dan berjalan mengelilingi benteng sambal melihat suasana kota. Jangan lupa sempatkan juga melihat koleksi sejarah didalam museum. Oya, masuk ke benteng ini gratis, kecuali jika ingin masuk museum baru bayar.




Selepas dari Fort Rotterdam saya pamit dan terimaksih pada abang gojek yang udah mau nganterin keliling kota. Berikutnya saya menuju Rammang-rammang di Kab. Maros untuk bertemu dengan keluarga saya disana.


RAMMANG-RAMMANG KAB. MAROS
Destinasi wajib kalau ke Makassar, pengunungan karst yang sangat indah. Tidak kalah dengan Vietnam dan di Thailand. Salah satu pengunungan karst yang terbesar di dunia. Kalau sudah nonton film The Nekad Traveller pasti tahu tempat ini.

Rammang-Rammang merupakan dusun kecil yang dkelilingi ileh pegunungan karst, dan akses menuju dusun ini harus menyusuri sungai bakau dengan perahu.

Bagaimana cara kesana? Gampang saja, dari kota Makassar hanya sekitar 1 jam saja. Benar, hanya dengan 1 jam saja dari hiruk pikuk kota kita sudah bisa menikmati sejuknya alam di Maros. Transportasi kesana juga gampang, kemarin saya order grab car saja, hanya sekitar 100 ribuan saja.
Tiba di Maros sudah mulai disambut pegunungan karst yang kelihatan dari jauh. Saya pun bertemu dengan keluarga saya di Maros dan melanjutkan perjalanan menuju gerbang masuk ke Rammang-Rammang.
dari kejauhan sudah terlihat pegunungan karst

Untuk masuk ke ramming-rammang ini kita harus sewa perahu untuk menyusuri sungai hutan bakau. Harga sewa perahu sekitar 200ribuan. Kita akan dibawa berkeliling sungai hutan bakau dengan pemandangan yang sejuk dan indah dengan pengunungan karst dan batuan yang unik dipanjang perjalanan. Sebenarnya kita bisa minta agak perahu berhenti di beberapa spot dengan bebatuan yang sangat indah dan unik, tetapi berhubung kali ini trip keluarga dengan beberapa anak kecil, jadi di skip saja. Langsung menuju kampung rammang saja.

Menyusuri sungai hutan bakau menuju kampung rammang-rammang

Pemandangan batuan unik disepanjang sungai

Sesekali kita akan melewati terowongan batu

Dermaga di kampung rammang-rammang

Tiba di kampung Rammang-rammang, speechless! Luar Biasa indah! Kampung dengan beberapa ruamh dan kepala keluarga saja dkelilingi pegunungan karst yang menjulang tinggi. SO BREATHTAKING!

Jika kelaparan disini jangan khawatir, ada warung kecil yang menyediakan es kelapa, pisang goreng, atau pun mie instan. Dan disini juga terdapat homestay ala kadarnya jika ingin menginap.
Ada beberapa track yang bisa kita jalani disini, tapi ingat harus tetap hati hati karena jalan yang licin dan berbatu.

Tapi sayang nya, ketika kesana kondisi kolam sedang  berlumut sehingga menghalangi refleksi pegunungan karst di kolam nya. Sayang sekali. Mungkin kalau datang saat musim kering kondisi kolam airnya bisa lebih jernih dan bersih.
Main Point of View di rammang-rammang




Puas menjelajah rammang-rammang kami pun kembali ke dermaga dan perahu yang tadi sudah menunggu untuk pulang. Hari sudah sore, waktunya kembali ke Makassar.


MALINO HGHLANDS, KAB. GOWA

Kali ini waktunya menjelajah ke Kab. Gowa, menuju kearah timur terdapat dataran tinggi Malino. Kalau di Medan mungkin seperti Berastagi kali ya.

Dari Makassar sekitar 2 jam perjalanan dan cukup jauh dibandingkan ke Maros. Dengan kondisi jalan yang rusak parah.

Things To Do in Malino? Di Malino terdapat beberapa destinasi. Seperti Hutan pinus, dengan beberapa aktivitas seperti berkuda, makan jagung bakar, ataupun camping. Terdapat beberapa viewpoint yang bisa kita kunjungi  disini. Ataupun bisa masuk ke areal resort Malino Highlands dengan pemandangan kebun teh dan kebun bunga nya yang indah. Tapi sayang sekali, pada saat itu hujan desar dan sangat berkabut, jadi tidak ada yang bisa dilihat sajuhh mata memandang hanya kabut.

Suasana di jalanan Malino

Hutan Pinus Malino

Camping di Malino

Aktivitas Berkuda bisa jadi alternatif di hutan pinus

Kebun bunga di Malino Highlands

Kebun Teh Malino Highlands yang berkabut waktu itu, jika sedang cerah pemandangan nya akan sangat indah

Sepulang menuju makassar jangan lupa melewati rute Dam Bilibili. Dam besar yang meyerupai danau, ada beberapa warung makan dengan view danau yang indah. Makan ikan goreng sambil menatap sunset terakhir di tahun 2017
 
Sunset di Dam Bilibili
Malam tahun baru kemana?
Karena memang bukan yang suka keramaian dan hiruk pikuk, malam tahun baru biasanya hanya dirumah saja nonton tivi dan sambil melihat fireworks dari jendela saja. Dan kembang api dai jendela hotel not bad at all.
 
Kembang Api tahun baru di Makassar

BANTIMURUNG NATIONAL PARK, MAROS
The last day in Makassar. Kembali lagi ke Maros, ada yang terlewat, Bantimurung. Masih dengan pengunungan karst khas Maros. Dan lokasi yang masih disekitaran Rammang-rammang juga. Bantimurung ini merupakan areal penangkaran kupu-kupu dan serangga. Dengan air terjun besar dengan aliran sungai yang sudah di modifikasi sedemikian rupa menjadi kolam pemandian. Bantimurung ini jauh lebih ramai dan diminati dibandngkan ramming-rammang. Tapi saya lebih suka suasana di rammang-rammang.


Pengunugan karst menyambut di taman nasional bantimurung
Bantimurung, kingdom of butterflies

Kolam pemandian di Bantimurung

Air Terjun Bantimurug

Disini kita bisa membeli souvenir pajangan kupu-kupu yang sudah diawetkan dan gantungan kunci. Katanya sih kupu-kupu mati yang diawetkan, semoga saja benar, kalau kupu-kupu hidup yang dawetkan kan sungguh disayangkan.

Souvenir Kupu-kupu yang diawetkan

Yah, that’s all destinasi yang saya kunjungi dalam waktu singkat yang hanya 3 hari di Makassar. Selebihnya hanya jalan-jalan di Mall saja. Oya jangan lupa wisata kuliner di Makassar enak semua, saya bahkan tidak sempat foto makanannya karena lahapnya. Coba makanan wajib cotto makassar, palu basa, palu mara, pisang epek, semua enaak!

Awal tahun 2018 yang diawali dengan bahagia. Please be nice 2018!

Semoga ada kesempatan lagi balik ke Makassar, Pantai di Bira sudah menunggu, amin!