Merasakan Tinggal di Rumah Warga Lokal di Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam
Trip kali ini adalah trip khusus
berdua bersama ibu saya. Masa anak nya udah pergi kemana-mana tapi belum pernah
ngajak ibu nya ngetrip. Jadilah ide saya mengajak ibu saya ngetrip. Pilihan
jatuh ke Brunei Darussalam, sepertinya banyak orang yang masih memandang
sebelah mata negara ini. Brunei sebenarnya bisa jadi pilihan destinasi ketika
kita mulai boring dan bosan dengan negara ASEAN yang lain. Banyak hal menarik
yang bisa kita eksplor disini.
Tiba tengah malam di Kuala
Lumpur, kami menginap di hotel dekat bandara. Sebenarnya saya sih pengennya
tidur di Bandara saja karena penerbangan ke Brunei pagi sekali sekitar pukul 6
pagi, tapi saya kasian kalau ibu saya tidur ngemper gitu. Alhasil sih ibu saya
juga gak bisa tidur saking excited nya mau ngetrip, saya juga hanya tidur 2 jam
saja dan akhirnya berangkat lagi ke bandara.
Penerbangan KL-Brunei pukul 6.30.
Kami sampai bandara lebih cepat jadi masih bisa agak santai. Untuk bandara
KLIA2 sekarang sudah mulai keta masalah bagasi kabn 7 kg. Ketika kita masuk ke
pintuu keberangkatan internasioal sudah menunggu petugas dengan timbangannya.
Sempat khawatir juga karena saya tidak ada beli bagasi, hanya bagasi kabin 7kg.
Ketika itu koper kami ditimbang, berat nya sekitar 7,8 kg masih toleransi
karena belum melebihi 8kg baru di kenakan biaya. Masalahnya koper saya sudah
segitu belum lagi ransel saya, tapi syukurnya ransel saya tidak ditimbang,
amaan. Tapi kemungkinan dengan petugas lain akan ditimbang. Untuk di KLIA2 pada
saat itu juru timbang hanya ada di pintu gerbang internasional, di dalam sudah
tidak ada lagi.
WELCOME TO BRUNEI
Penerbangan ke Brunei makan waktu
2 jam. Pukul 9 pagi akhirnya sampai di Bandara Internasional Brunei. Proses
imigrasi lancar, kita juga perlu mengisi kartu kedatangan seperti biasa.
Prosesnya aman dan lancar terutama karena saya memabawa ibu saya jadi petugas
imigrasinya ramah, sementara kepada pengunjung dari negara lain mereka sedikit
galak.
Kesan pertama di Bandara
International Brunei adalah bersih dan nyaman, tidak terlalu ramai, pokonya betah. Bandaranya
kecil mungil tapi kok rasanya nyaman dan tidak sumpek.
| Suasana bandara yang bersih dan lengang |
Di bandara saya beli sim card
dulu. Saya beli sim card "Progresif" seharga 20 Dolar Brunei atau sekitar 200rban
untuk sim card dengan paket data unlimited (usage fair 1 gb) yang aktif selama
1 minggu. Cukup mahal sih dengan paket data yang hanya 1gb. Jadi harus berhemat data.
Selesai beli sim card saya
kemudian order Dart taxi online nya brunei, seperti grab atau gojek tinggal
download aplikasinya kemudian masukkan tujuan kita. Dari bandara menuju daerah
masjid ali omar sekitar 10,5 dolar brunei atau 110ribu. Sebenarnya ada bus ke kota
seharga 1 dolar saja, tapi saya takut kelamaan nunggu dan kasihan ibu saya
nanti jadi gampangnya naik taxi online saja.
SENSASI MENGINAP DI KUNYIT 7
LODGE
Saya sudah booking penginapan
dari agoda, semacam homestay yang berlokasi di Kampong ayer, jadi rumahnya
berada diatas sungai Brunei, semacam water village gitu. Namanya Kunyit Lodge
7. Untuk harga sebenarnya lumayan mahal sekitar 1jt/ malam nya sudah dapat
triple room, tapi sangat worth it lah dengan harga segitu kita sudah dapat
pengalaman tinggal perkampungan air di Brunei yang merupakan warisan budaya.
Untuk mencapai Kunyit 7 ini kita
harus naik boat dari daratan. Bebas mau naik dari mana saja di tepi sungai
brunei ini, tinggal panggil boat yang lagi ngetem dan sebut tujuan kita ke jeti
1 kunyit 7 lodge, ongkosnya 1 dolar per orang jauh dekat. Oya sebelumnya saya
sudah whatsapp an sama host nya Mrs. Kem bagaimana cara ke rumah ini.
![]() |
| Dari kompleks Mesjid Ali Omar, kita bisa naik boat menuju kampong ayer dengan ongkos 1 Dolar Brunei per orang nya. |
Sampai di Jeti 1 sudah langsung
keliatan Kunyit 7 Lodge nya dengan cat warna-warni yang menarik. Saat itu
sedang sepi, belum ada tamu yang datang dan Mrs.Kem sedang tidak dirumah, jadi kita disambut oleh anaknya.
Kamar kita terdapat 1 tempat
tidur double dan 1 tempat tidur single. Rumahnya sederhana, lantai dan dinding
nya kayu, berdiri tepat diatas sungai Brunei, jadi kita akan mendegar suara
ombak sungai sayup-sayup.
| Turun di dermaga Jeti 1 langsung terlihat Kunyit 7 Lodge |
| Pintu masuk menuju Kunyit 7 Lodge |
| Suasana di teras rumah yang lansgung menghadap Sungai Brunei |
| Suasana ruang tamu yang meriah dan vintage |
| Area Ruang duduk bersama |
![]() |
| Paling betah duduk santai disini sambil mendengar deburan air sungai |
Homestay ini sangat nyaman, ruang
tamu nya yang luas dengan konsep terbuka serta terasnya yang langsung menghadap
sungai dan sang kubah emas Mesjid Ali Omar yang indah.
![]() |
| Bersantai di teras dengan pemandangan sungai dan mesjid Ali Omar |
| Dari teras kita bisa langsung melihat kubah emas mesjid Ali Omar yang sangat indah |
Dari homestay ini kita juga bisa
berjalan kaki mengitari perkampungan terapung di Kampong Ayer ini, tapi
hati-hati kesasar ya karena banyak gang sempit yang membingungkan.
![]() |
| Gang kecil di Kampong Ayer |
Sang pemilik Mrs. Kem sangat
ramah dan benar-benar menemani tamu nya dengan baik. Ketika malam hari kita
akan diajak untuk duduk di teras sambil menikmati aliran sungai dan kubah emas
masjid yang bersinar terang, sambil bercerita tentang pengalaman masing-masing
bersama tamu lain. Benar-benar hangat suasana di malam itu, kita seperti
merasakan menjadi penduduk lokal.
![]() |
| Mrs. Kem sedang menyiapkan sarapan pagi di meja makan |
| Sarapan roti dan beberapa kue-kue tradisional khas Brunei |
| Enak nya kalau di homestay kita bisa bersosialisasi dengan penghuni lain. |
KIANGGEH MARKET
Di pagi hari nya kita diajak Mrs.
Kem untuk belanja kue-kue pagi di pasar Kianggeh. Tinggal naik boat dan katakan
tujuan kita pasar Kianggeh, hanya 1 Dolar. Sebenarnya ini hanya pasar biasa
seperti di Indonesia tetapi sangat bersih dan teratur. Untuk jualannya hampir
mirip seperti di Indonesia, sayuran buah-buahan, dan tentu banyak sekali
kue-kue tradisional melayu yang enak-enak. Disini juga saya membeli nasi
seharga $2 yang dibungkus daun lontar dengan lauk udang galah yang enaak
sekali. Setelah membeli beberapa kue kita duduk santai sambil makan dan
bercerita.
| Menuju Pasar Kianggeh bersama penghuni homestay lain |
| Pasar tradisional Kianggeh |
| Nasi Udang Galah seharga 2 Dolar Brunei rasanya enak! |
MESJID ALI OMAR SAEFUDDIN
Dari Kunyit 7 Lodge tinggal
menyebrang sungai menuju kompleks Mesjid Sultan Ali Omar dengan harga 1 Dolar Brunei per orang, penduduk lokasl
sering menyebut dolar brunei dengan ringgit juga, jadi jangan sampai ketuker
dengan rate ringgit Malaysia ya, rate ringgit brunei lebih mahal sekitar 10
ribuan rupiah per ringgitnya atau setara dengan dolar singapura.
![]() |
| Foto bersama Ibu dengan di Mesjid Ali Omar |
Sebelum memasuki area masjid,
kita akan melewati kompleks perbelanjaan dan perkantoran dulu. Pada saat itu
suasana sepi sekali dan pusat perbelanjaannya juga sepi. Jadi bisa puas
berfoto tanpa gangguan pengunjung lain.
Sebelum memasuki area Mesjid ada pusat perbelanjaan di sisi kiri dan kanan| Pusat perbelanjaan di komplek mesjid, agak sepi pengunjung waktu itu. |
Mesjid ini adalah salah satu
masjid termegah di Asia Tenggara, dengan arsitektur nya yang medukan gaya
Mughal dan italia. Didepan masjid terdapat laguna atau kolam besar dan
diatasnya terdapat replika perahu mahligai sultan Brunei.
Area Mesjid nya sendiri luas
sekali, lumayan capek jika ingin mengelilingi nya. Terdapat taman yang luas
juga yang biasa disebut Eco-Park oleh penduduk sekitar. Jangan lupa sempatkan
sholat disini untuk merasakan sensasi interiornya yang megah, sayang sekali
tidak boleh mengambil foto dan video didalam masjid, kita harus menghargai itu.
Jika ingin bertemu Sultan Brunei
datanglah pada saat Sholat Jumat karena Sultan selalu sholat jumat disini.
MESJID JAME’ ASR HASSANIL BOLKIAH
Mesjid ini terletak di daerah
Gadong, agak jauh dari komplek Mesjid Ali Omar. Jadi sebaiknya naik taksi saja
karena tidak memungkinkan berjalan kaki. Waktu itu saya order Dart Taxi seharga 10 Dolar Brunei dari komplek Mesjid Ali Omar ke Mesjid Jame' Asr, lumayan jauh soalnya.
Ini adalah Mesjid terindah yang
pernah saya temui. Terutama interior nya yang sangaaat indah, sayang nya tidak
boleh mengambil foto di dalam masjid.
Dan kita pun menyempatkan sholat
maghrib disini sambil menikmati keindahan interiornya.
| Tangga menuju area sholat, tidak dperbolehkan mengambil foto dan video |
GADONG NIGHT MARKET
Tidak terlalu jauh dari Masjid Jame’ Asr, cukup naik taxi Dart sekitar 5 Dolar, Gadong Night Market adalah pilihan makan yang murah meriah. Sejenis foodcourt
dengan banyak macam jualan mulai dari harga 1 Dolar saja. Banyak pilihan
makanan enak-enak disini. Kita bisa langsung menyantap makanan kita di meja
yang disediakan , tapi jangan lupa setelah selesai sampah makanan kita buang sendiri
ke tempat sampah.
BOAT TOUR KELILING KAMPONG AYER DI SUNGAI
BRUNEI
Kita bisa berkeliling Kampong
Ayer denga boat, dengan harga 10 Dolar per orang selama 1 jam. Tapi harus tetap
hati-hati memilih pengemudi boat, karena cerita Mrs. Kem terkadang ada pengemudi
nakal yang menipu dan membawa lari penumpang nya, biasanya sih bule atau yang
berwajah barat, sementara untuk wajah asia jarang karena kia dianggap wajah
lokal. Tapi kemungkinan terjadi nya sangat kecil kok. Saya minta tolong Mrs.
Kem untuk memanggil pegemudi boat langganan nya saja agar aman.
MERCU DIRGAHAYU 60
Merupakan suatu monument yang
berbentuk angka 60 dalam aksara Arab. Dibangun untuk merayakan hari ulang tahun
Sultan Haji Hassanal Bolkiah yang ke 60. Terletak masih di pinggir sungai dan
tidak jauh dari Mesjid Ali Omar.
Pada saat itu sudah dekat waktu
sholat Jumat, sehingga jalanan pun sepi dan toko tutup semua dan akan buka
kembali pukul 2 siang. Memang sudah menjadi kebiasaan warga Brunei.
| Jalanan mulai sepi menjelang Sholat Jumat |
TRAVEL HACKS
- Transportasi umum di Brunei sedikit susah, pilihannya ada bus dan Taxi.
- Dari bandara bisa naik bus ke terminal di kota dengan harga 1 Dolar saja, tapi armada nya tidak terlalu banyak. Begitu juga bus di dalam kota juga tidak terlalu banyak, saya jarang melihat bus wara-wiri di kota.
- Alternatif lain bisa naik taxi, lebih mahal tapi setidaknya lebih pasti dibanding bus. Tapi saya juga sedidkit kesusahan mencari taksi karena saya tidak dapat membedakan antara taxi dan kenderaan pribadi.
- Download aplikasi Dart! sejenis aplikasi taxi online di Brunei. Tapi tetap ada kekurangan, karena armada nya masih sedikit dan kita harus lebih sabar menunggu karena jarak taxi yang tersedia jauh-jauh. Kelebihannya kita bisa lebih mudah memasukkan lokasi tujuan dan tentunya harganya lebih murah daripada taxi konvensional.
- Makanan di Brunei tergolong mahal-mahal, solusi murah bisa datang ke Pasar Kianggeh pada pagi hari untuuk mencari kue-kue tradisional dan menu sarapan lainnya yang murah. Siang hari bisa makan di Jolibee atau KFC porsi nya gede-gede. Malam hari bisa makan ke Gadong Night Market, rata-rata harga makanan disini mulai dari 1 Dollar saja, sangat murah!
- Untuk souvenir khas Brunei saya tidak banyak beli karena harga nya muahaaal!
- Jangan sampai terbalik dalam penyebutan mata uang ya! Mata uang resmi adalah Dollar Brunei dengan kurs disamakan dengan kurs Dollar Singapura, tetapi warga lokal selalu menyebut nya dengan ringgit. Jadi jangan terkecoh, jika ada yang bilang 1 ringgit maksudnya 1 dollar Brunei bukan 1 ringgit malaysia.
Brunei khususnya di kota Bandar Seri Begawan menurut saya menawarkan suasana yang menarik, cukup berbeda dengan Malaysia walaupun hampir mirip. Saya suka dengan keramahan warga nya yang baik terhadap siapa saja. Suasana kekeluargaan masih sangat kental disini. Serta budaya dan kearifan lokal masih sangat kental terasa terutama di daerah Kampong Ayer.
Pada saat itu saya hanya 2 hari 1 malam di Brunei, jadi hanya sempat eksplor kota Bandar Seri Begawan saja. Kalau ada waktu lebih bisa sempatkan ke Temburong National Park di Timur untuk merasakan sensasi trekking di hutan tropis dan ke Pantai Muara di Utara.
Berikut itinerary lengkap 2D1N selama di Bandar Seri Begawan:
DAY 1:
- Pagi tiba di Bandara Brunei
- Order Dart Taxi menuju kompleks Sultan Haji Hasanal Bolkiah/ komplek mesjid Ali Omar, kemudian naik boat menuju Kunyit 7 Lodge.
- Explore Kompleks Mesjid Ali Omar Saefuddin dan taman disekitarnya.
- Makan siang di KFC kompleks Mesjid Ali Omar
- Sholat Dzuhur di Mesjid Ali Omar
- Explore Mesjid Jame' Asr hingga Magrib
- Makan malam di Gadong Night Market
- Pulang ke Homestay.
DAY 2:
- Pagi ke Pasar Kianggeh mencari jajanan pasar pagi.
- Toko Suvenir di sekitar jalan yayasan Sultan Haji Hassanal Bolkiah
- Monumen Mercu Dirgahayu 60
- Tour boat keliling Kampong Ayer ($10/ orang)
- Penerbangan sore menuju Kuala Lumpur.















