Desert Breeze in Mui Ne | Vietnam (5)
DAY 5
Minggu, 21 Januari 2018
Minggu pagi buta kami sudah siap didepan kantor The Sinh Tourist, menunggu bus datang. Karena kepagian jadi tidak sempat sarapan di Hotel karena sarapan baru tersedia pukul 7 pagi.
Kami digiring menuju parkiran bus yang tidak jauh dari sana. Ternyata tempat duduk nya kebagian paling belakang di lantai bawah, sangat sempit, sampai kepala kejedot terus. Kursi paling belakang ini memang posisi nya agak kejepit dan dengan ruang yang lebih sempit pula, sementara tempat duduk yang lain cukup luas dan lega. Huhh apes deh. Harap bersabar saja sampai 5 jam kedepan, dibawa tidur saja. Untungnya bus ini ternyata dilengkapi wifi.
Pukul 12.30 tiba lah di Mui Ne, sebuah kota kecil di pesisir selatan Vietnam. Kami turun di kantor The Sinh Tourist Mui Ne, yang juga merupakan sebuah resort milik mereka juga. Pada awalnya sih rencana mau sewa motor saja eksplor kota Mui Ne, karena banyak persewaan motor disini. Tetapi berhubung badan masih capek jadi kami putuskan untuk sewa tour jeep saja. Saya booking sunset tour jeep mui ne di kantor sinh tourist juga dengan harga 549.000 dong dengan kapasitas 4 orang. Ada 4 destinasi padda Tour ini, pertama Fisherman Village, Fairy Stream, White Sand Dunes, dan terakhir sunset di Red Sand Dunes. Saya request Fairy Stream di skip saja waktunya ditambah ke white sand dunes saja, karena review kebanyakan traveler fairy stream itu biasa saja hanya buang waktu,. Fairy stream ini adalah aliran sungai kecil di pinggiran batu kapur berwarna coklat, dengan air sungai berwarna coklat juga kita diharuskan berjalan diatas air becek tersebut.
Jeep Tour dimulai pukul 2 siang. Jadi masih ada waktu 1 ½ jam untuk keliling. Sambilan mencari garis pantai. Pantai disini agak kotor dan berwarna coklat, biarpun begitu ada saja bule yang mau berenang. Setelah itu kami mencari makan siang dulu. Sangat susah cari makanan halal. Jadi singgah saja di salah satu restoran dan pesan makanan no pork. Saat itu saya sedang tidak selera, jadi saya cukup seduh mi instan saja ditambah dengan es kelapa.
Kota ini sangat sepi dan jauh dari hiruk pikuk kota, hanya ada beberapa restoran dengan sesekali beberapa turis berjalan di trotoar. Banyak resort mewah disini, sepertinya orang orang pada betah bersantai di resort nya masing-masing.
![]() |
| Suasana pagi itu di kantor The Sinh Tourist yang dipenuhi penumpang bus dan tour |
![]() |
| Seat belakang yang sangat sempit, kelihatan lebih nyaman dan lapang di seat didepan kami |
Suasana di jalanan Mui Ne yang sepi walaupun sudah siang hari
|
Kota ini sangat sepi dan jauh dari hiruk pikuk kota, hanya ada beberapa restoran dengan sesekali beberapa turis berjalan di trotoar. Banyak resort mewah disini, sepertinya orang orang pada betah bersantai di resort nya masing-masing.
![]() |
Pantai di daerah ini tidak terlalu bagus dan kotor
|
| Perjalanan menuju White Sand Dunes menggunakan Jeep |
![]() |
| Fisherman Village di Mui Ne |
![]() |
Kami meminta berhenti sejenak sewaktu melewati pantai indah ini
|
| Pantai di daerah ini lebih bersih dan biru |
![]() |
| Pantai Mui Ne sering digunakan sebagai tempat untuk kite surfing dan wind surfing karena angin dan ombaknya yang besar |
Setelah itu barulah kami lanjutkan ke White Sand Dunes. Dari kejauhan sudah terlihat hamparan padang pasir, semakin bersemangat jadinya. Sampai di lokasi si driver hanya bisa mengantar sampai pintu masuk saja, untuk menuju ke puncak gurun si driver menawarkan agar sewa jeep lagi sekalian berkeliling. Awalnya kami tidak mau dan memutuskan untuk jalan kaki saja, tetapi melihat medan nya yang memang jauh dan menananjak, ditambah lagi badan yang sudah remuk selama di Hanoi dan cuaca yang super hot, akhirnya sewa jeep saja. Setelah tawar menawar akhirnya deal dengan sewa 1.200.000 dong untuk empat orang dan dua titik drop. Lumayan mahal sih, tapi yasudalah, sekalian memacu adrenalin naik jeep di gurun pasir.
Kami pun dibawa jeep dengan kecepatan tinggi mendaki gurun pasir, seru juga serasa naik roller coaster. Di pemberhentian pertama, kami di drop. Pemandangan luar biasa gurun pasir yang panas dengan angi sepoi nya, ditambah lagi terdapat danau laguna di gurun ini menambah eksotisnya gurun ini.
![]() |
| Hamparan pasir putih yang sangat indah |
| Sempatkan untuk wefie dulu |
Pemberhentian kedua kami dibawa mendekati danau. Ketika itu saya baru sadar hp saya tertinggal di jeep sementara si driver sudah pergi menjemput penumpang lain, sempat khawatir juga bakal kehilangan hp. Untungnya tidak lama kemudian si driver datang kembali untuk mengantarkan hape saya, syukurlah, salut sama abang drivernya.
| White Sand Dunes dengan Danau nya yang indah |
Setelah puas menikmati keindahan alam white sands dunes, kami kembali ke jeep pertama untuk diantar ke destinasi terakhir yaitu sunset di Red Sand Dunes.
Red Sand Dunes, dengan tipikal pasir yang lebih kasar dan berwarna kemerahan. Posisi nya sangat dekat dengan pesisir
pantai Mui Ne
|
Sampai di Red Sand Dunes ternyata sudah sangat ramai sekali pengunjung yang ingin menyaksikan sunset. Pasir disini agak berbeda berwarna lebih coklat dan kemerahan dengan tekstur yang lebih kasar. Unik nya red sand dunes ini berada di sebelah pesisir pantai, dari sini kita juga bisa menyaksikan deburan ombak di pantai. Sayang sekali matahari nya pada akhirnya ketutup awan, tapi tak apalah sudah sempat menyaksikan matahari semakin redup disini.
![]() |
| Para pecinta sunset berkumpul bersama menyaksikan sunset di Red Sand Dunes |
| Sunset di Red Sand Dunes |
Matahari sudah redup, kami kembali ke jeep karena tour sudah selesai. Perjalanan pulang kami ditawarkan lagi oleh driver apakah mau diantarkan ke restoran seafood yang enak disana, kebetulan lokasinya tidak jauh dari kantor sinh touris tadi. Kami iya kan saja daripada repot lagi mencari tempat makan.
Restoran seafoodnya berada persisi di tepi pantai, jadi kita bisa melihat deburan ombak di malam hari. Kami memesan beberapa menu seafood karena sudah sangat lapar. Untungnya disini juga tersedia free wifi. Lumayan lama kami di restoran ini, bersantai menghabiskan waktu sambil menunggu bus menjemput pukul 1 pagi nanti.
Tak terasa sudah pukul 9 malam, kami pun kembali ke resort kantornya the sinh tourist. Sepanjang jalan sepi, hanya beberapa orang yang lewat, banyak restoran dan bar tetapi sepi dan tidak ada pengunjungnya.
Enaknya kita bisa menunggu di sofa lobby resort, malah kita di suguhi teh hangat oleh resepsionis hotelnya. Lumayan bisa tiduran menunggu bus nanti.
Sempat terlelap di sofa, bus pun tiba tepat pukul 1 pagi, sambil memanggil Saigon! Saigon! . Kami pun bergegas masuk bus dan beruntung kali ini dapat seat di depan dan di lantai atas. Bus kali ini super nyaman dengan selimut. Sepanjang jalan bisa tidur nyenyak dan bahagia. Tidak menyangka bisa merasakan sensasi berada di gurun pasir di Asia Tenggara, tidak perlu ujauh-jauh ke timur tengah atau afrika.
Saatnya berpisah dengan kota kecil yang tenang dari hiruk pikuk, dengan sensasi desert breeze nya. Good Bye Mui Ne!
![]() |
Sleeper bus pulang menuju Saigon yang jauh sangat nyaman dari bus pertama, bisa tidur dengan nyenyak ditambah dengan selimutnya yang tebal
|
- Mui Ne hanya kota kecil yang sepi. Nguyen Dinh Chieu Street adalah main tourist area yang merupakan jalanan di sepanjang pesisir Mui Ne.
- Selain gurun pasir, Mui Ne juga punya pantai yang indah sebagai alternatif destinasi wisata.
- Tidak banyak aktivitas yang bisa dilakukan selain tour white sand dunes dan ke pantai, di Nguyen Dinh Chieu Street yang notabene adalah main tourist area tidak ada night market dan selalu sepi di malam hari.
- Jika ingin menginap, sebaiknya pilihlah hotel dengan fasilitas lengkap seperti kolam renang, bar, dan restoran atau yang punya akses ke pantai agar tidak bosan selama stay di Mui Ne, terutama di malam hari.
- Hiraukan saja banyak tawaran paket tour dan sewa motor di sepanjang jalan, karena kemungkinan banyak penipuan. Carilah paket wisata dan penyewaan motor di tempat yang jelas dan meyakinkan.
- Jika tidak mau sewa jeep, bisa sewa motor saja berkeliling ke white sand dunes dengan modal google maps, lebih murah budget, tetapi hati-hati ada razia polisi setempat.
- Di kota ini banyak terdapat aksara Rusia, dan majalah-majalah di lobby kebanyakan berbahasa rusia.















