Tiba di Ho Chi Minh City | Vietnam (4)

DAY 4
Sabtu, 20 Januari 2018

Bitexco Tower di malam hari

2 jam penerbangan dari Hanoi menuju Ho Chi Minh City dengan maskapai JetstarAirways. Tiba juga di Than Son Nhat International Airport. Udara yang panas pun menyambut kedatangan, berbeda dengan di Hanoi yang dingin. Karena sedikit kesusahan menentukan titik jemput Grab, kali ini order taxi bandara saja, Vinasun taxi atau Mailinh taxi addalah taxi terpercaya di Vietnam karena menggunakan argo meter yang rasional, jadi bisa terhindar scam dari driver nakal. Saat itu saya order Vinasun taxi. Sampai di Suite Backpackers Inn tempat kami menginap di daerah Pam Ngu Lao yaitu daerah main tourist di Ho Chi Minh City, dengan argo hanya 130.000 dong, lebih mahal sedikit saja dengan Grab waktu saya cek sekitar 110.000dong.

Area penjemputan taxi di Tan Son Nhat Airport
Sampai di Suite Backpackers Inn sekitar pukul 8 malam. Ternyata kami sudah ditunggu pihak hotel, karena saya memang tinggalkan pesan late checkin. Selesai Check in kami diberi free mineral water dan bir Saigon.

Selesai berberes, kami langsung ke kantor The Sinh Tourist tepat disebelah hotel untuk booking bus menuju Mui Ne besok pagi, saya memang sengaja pesan hotel disini agar dekat ke kantor The Sinh Tourist. Kenapa harus The Sinh Tourist? Karena memang rekomendasi dari banyak traveler, karena akan banyak scam disini jadi cara aman pakai bus yang sudah terpercaya dengan rating tinggi saja deh.

Sleeper bus Saigon- Mui Ne pukul 7 pagi dengan harga 119.000 dong dan sleeper bus Mui Ne-Saigon pukul 1 pagi dengan harga 169.000 dong, saya tidak tahu kenapa harganhya berbeda. Untuk jadwal bus bisa di cek di website resmi nya saja. Berangkat ke Mui Ne besok pagi dan pulang kembali ke Saigon dini hari nya jadi tidak perlu sewa penginapan disana, jadi saya booking kamar di Suite Backpackers Inn 2 malam agar pada saat subuh ketika tiba di Saigon masih bisa istirahat tidur sebentar dan mandi.

 Tiket Saigon-Mui Ne 2-way sudah ditangan, walaupun mereka salah mengetik nama saya
Selesai urusan tiket, waktunya cari makan. Berjalan sedikit kea rah Pam Ngu Lao street ada Saigon Night Market. Berbagai macam jajanan pasar dijual disini dan kabar gembira banyak makanan no pork dan halal disini. Akhirnya bisa makan jugaa. Saya mencoba Rice Paper Grilled, makanan khas Vietnam berupa kulit lumpia tipis dan transparan di bakar dan diberi isian Udang ebi goreng, daun bawang, jagung, dan telur kocok. Rasa nya enak dan cukup kenyang. Ditutup dengan segelas es tebu dengan jeruk nipis.

Saigon Night Market di Pam Ngu Lao Street, hanya berjalan sedikit dari penginapan.

​ Di Night Market ini ternyata ada juga menu no pork dan halal, seperti kebab ini.

Mencoba makanan khas Vietnam, Rice Paper Grilled dengan isi ebi dan jagung

 Rasanya enak dan gurih dengan porsi nya yang besar
 Ditambah dengan segarnya es tebu dengan jeruk nipis
Jalanan di Pam Ngu Lao Street yang ramai dengan turis
Selesai urusan perut, waktunya mencari oleh-oleh ke sekitaran Ben Than Market. Sepanjang jalan menuju BenThan Market ramai sekalai warga lokal hiruk pikuk dijalanan sambal membawa bendera Vietnam, ternyata selebrasi kemenangan timnas sepakbola Vietnam, semua orang tumpah ruah dijalanan sambil bersorak sorai dan kebut kebutan naik motor. Serasai sedang malam takbiran lebaran.


 Lalu Lintas di Ho Chi Mih City yang sangat ramai dan padat

Sampai di Ben Than Market terdapat night market di sayap barat Market. Banyak menjual souvenir untuk oleh-oleh disini, jangan lupa beli kacang-kacangan khas Vietnam disini seperti biji teratai. Di pasar ini kita harus jago menawar, tawarlah hingga setengah harga bahkan lebih, karena mereka selalu menaikkan harga jauh dari normal.

Di Ho  Chi Minh City, untuk masalah bahasa jangan khawatir, penduduk disini banyak yang bisa berbahasa Inggris berbeda dengan di Hanoi. Bahkan banyak penjual yang bisa berbahasa melayu, karena banyak nya wisatawan asal Malaysai dan Indonesai yang datang ke Ho Chi Minh. Selain bahasa Inggris dan melayu, beberapa penjual bahkan mengaku bisa berbahsa korea, rusia, perancis, dll walaupun hanya sedikit. Salut dengan mereka yang mau belajar bahasa untuk memajukan pariwisata di daerah mereka.

Untuk masalah makanan halal juga jangan khawatir, di Ho Ci Minh City banyak varian makanan halal, mulali dari masakan melayu, india, arab, dan bahkan makanan otetentik vietnam juga tersedia yang halal. Rajin googling saja. 

 Night Market di sebelah Benh Tanh Market yang bukahanya pada malam hari
Puas berbelanja dan stok uang Dong sudah menipis, waktunya pulang ke hotel untuk istirahat. Besok pagi harus bangun untuk mengejar bus pagi ke Mui Ne.