Ho Ci Minh City, kota bergaya Perancis | Vietnam (6)

DAY 6
Senin, 22 Januari 2018


Pukul 5 pagi, bus dari Mui Ne tiba juga di Saigon. Kami turun di depan kantor sinh tourist, tinggal berjalan kaki ke sebelah untuk kembali tidur di hotel. Masih terasa ngantuk dan tidur disambung di hotel.

Hari ini bangunnya kesiangan, karena sudah 5 hari selalu kurang tidur. Saya pun mengantri mandi dan sambil packing. Titip koper di hotel dulu kemudian menyempatkan sarapan roti dahulu.
Sarapan Roti Perancis, pancake dan buah-buahan

Selesai sarapan, saya order grab menuju Saigon Notre Dame Chatedral. Chatedral yang hamper sama seperti di Hanoi yang mengadopsi Notre dame di Perancis, hanya saja chatedral disini lebih bagus dengan warna dominan bata coklat sementara di Hanoi Cathedral nya berkonsep tua dengan dinding yang tua dan kusam.

Saigon Notre Dame

Wefie di Saigon Notre Dame
Dari Saigon Notre Dame tinggal menyeberang terdapat Central Post Office Saigon. Sebuah kantor Pos tua bergaya arsitektur kolonial Perancis. Didalam ini terlihat hiruk pikuk petugas pos dan para turis yang ingin membeli cindera mata atau pun kartu pos untuk dikirim kepada kerabatnya.

Central Post  Office Saigon di seberang Notre Dame Saigon



 Suasana sibuk dan ramai di dalam Central Post Saigon

 Jangan lupa sempatkan membeli post card dan kirim kepada kerabat
Untungnya lokasi bangunan tua wisata disini berada berdekatan dan bisa dilalui dengan berjalan kaki. Dari Post office kemudian menuju Ho Chi Minh City Hall, masih bangunan bergaya kolonial perancis, dengan patung Ho Chi Minh di depannya.


 Jalanan di menuju City Hall Ho Chi Minh City

 Ho Chi Minh City Hall dengan arsitektur bergaya kolonial Perancis
Dari Ho Chi Minh City Hall kemudian berpindah lagi ke Saigon Opera House dengan gaya kolonial perancis juga.

 Saigon Opera House

Bitexco Tower, gedung tertinggi di Ho Chi Minh City, sayang tidak sempat naik ke tower nya
Tak terasa sudah semakin siang, kemudian selanjutkan kami menuju Ben Than Market untuk membeli oleh-ole lagi. Ternyata di Ben than market ini semua harganya suda fixed dan semua penjaga took menggunakan seragam resmi, ternyata semua harga sudah disamakan oleh pemerintah dan fixed tanpa tawar menawar, berbeda dengan night market di sayap barat ben than market ini. Ada untungnya fixed price, jadi kita tidak perlu khawatir ditipu dengan harga mahal, karena semua harga disini sama.

Benh Tanh Market 
Selesai berbelanja kembali order grab untuk balik ke hotel mengambil barang. Karena waktu sudah mepet dengan jadwal pesawat kembali ke KL pukul 4 sore.

Akhirnya sampai di penghujung waktu Trip di Vietnam kali ini, 6 hari tak terasa sudah berlalu. Vietnam merupakan negara unik dan cantik, walaupun banyak orang yang underestimate dengan negara ini padahal menyimpan pariwisata yang sangat luar biasa. Salut dengan negara ini yang sangat menata pariwisata nya dengan sangat baik.


Waktunya untuk pulang kembali ke Kuala Lumpur dan dilanjutkan pernebangan pulang ke Medan.

HINTS ABOUT HO CHI MINH CITY
  • Ho Chi Minh City dahulu bernama Saigon, hingga sekarang masih banyak yang menggunakan nama Saigon.
  • Kota ini sangat panas dengan lalu lintas yang sangat padat.
  • Kota ini banyak terpengaruh dengan budaya Perancis, mulai dari makanan hingga bangunan.
  • Ho Chi Minh City kota paling besar dan modern di Vietnam dengan banyak bangunan tua bergaya kolonial Perancis
  • Cuaca di Ho Chi Minh City sangat panas sepanjang hari, berbanding terbalik dengan Hanoi yang sejuk.
  • Banyak dijumpai makanan halal disini, karena banyak turis Malaysia yang berkunjung disini.
  • Sebagian banyak pedagang di night market di Ben Than Market bisa berbagai bahasa terutama bahasa melayu walaupun hanya sedikit.
  • Pam Ngu Lao Street dan De Tham Street adalah main tourist area dimana banyak hotel, restoran, dan bar.
  • Jangan khawatir bosan di malam hari, di daerah Pam Ngu Lao ini banyak night market, restoran, cafe dan bar sampai larut malam, walaupun sudah pagi buta tetapi tetap ramai di kawasan ini.
  • Ho Chi Minh City sedang dalam proses pembangunan mrt bawah tanah, tentunya ini menjadi angina segar alternatif transportasi bagi traveler.