Ha Long City, Where The Journey Started | Vietnam (1)

DAY 1
Rabu, 17 Januari 2018



Trip Vietnam kali ini terbilang dengan persiapan paling ekspres dibanding dengan trip-trip sebelumnya. Itinerary disusun dadakan dan tiket dibeli hanya beberapa minggu sebelum keberangkatan. Penerbangan ke Vietnam tidak ada yang langsung dari Medan, jadi harus transit dulu di KLIA2.

Sepulang kerja saya harus buru-buru pulang kerumah dulu untuk siap-siap dan packing ke bandara, saya sengaja ambil tiket medan-klia yang paling malam agar masih sempat masuk kantor dan besok paginya bisa langsung flight ke Hanoi.

Penerbangan Airasia pukul 20.30 menuju KLIA2 berjalan mulus. Pukul 23.00 waktu M
alaysia saya sampai di KLIA2, cari makan malam dahulu sambil menunggu teman yang flight dari Jakarta. Dan jangan lupa juga membeli cadangan bekal seperti sandwich untuk bekal darurat kalau-kalau di Hanoi kesusahan mencari makanan. Penerbangan ke Hanoi dengan Airasia pukul 06.00 besok paginya, jadi rencananya stay overnight di bandara saja, skip penginapan demi penghematan pengeluaran dan waktu, karena hanya sekitar 5 jam saja di bandara. Tinggal cari lapak dan tidur (walaupun pada akhirnya tidak bisa tidur juga).


Cari lapak untuk tidur

DAY 2
Kamis, 18 Januari 2018

Akhirnya waktu menunjukkan pukul 04.30 pagi, dengan badan masih pegal tiduran dilantai dengan perut yang masuk angin, saya dan teman-teman segera menuju pos imigrasi dan menunggu di waiting room.
Suasana di Waiting room
Salah satu menu in-flight Airasia

Boarding time sekitar pukul 5.30, penerbangan ditempuh selama 3 jam, antisipasi penerbangan yang lama dan kondisi belum sarapan, jadi saya putuskan untuk pre-book meal menu santan nya Airasia sebelum hari H, hanya sekitar RM10 saja sudah dapat meal+mineral water/coffee, lumayan enak dan murah untuk kapasitas in flight meal maskapai lainnya, maaf sedikit promosi, tapi beneran enak dan masih banyak varian menu lain yang tak kalah enak.

Setelah tiga jam di udara akhirnya sampai juga di Noi Bai International Airport pukul 8 pagi waktu setempat. Tiba di bandara langsung disambut kabut dan cuaca dingin, sekitar 17 C.

Tiba di Noi Bai International Airport, Hanoi

Noi Bai Airport yang dingin dan berkabut pagi itu

YAAAYY! Akhirnya menginjakkan kaki di Vietnam

Proses imigrasi berjalan lancar tanpa kendala. Keluar dari arrival hall langsung cari money changer dan paket internet dulu. Ada banyak pilihan tinggal pilih mana yang cocok dengan harga dikantong. Di Medan sangat susah menemukan money changer yang menyediakan mata uang Vietnam Dong jadi kami change rupiah ke USD dulu, setelah sampai dibandara tinggal tukar USD ke Dong dan rate nya sih lumayan rasional dan tidak mahal amat. Untuk paket data internet, kami ditawari Vinaphone 7 hari unlimited seharga 200.000 Dong (curency rupiah saat itu tinggal dikalikan 0,6) sekitar 120ribu rupiah, terbilang murah, tetapi kuota dibatasi 1gb/per hari sudah lewat kuota kecepatan melambat. Paket internet nya kami pakai berempat dengan menggunakan mifi agar mudah sharing nya, tetapi akhirnya sih selalu kekurangan kuota yang hanya 1gb perhari dan dibagi berempat, alhasil selalu pakai internet dengan kecepatan yang super lambat. Makanya lain kali kalau memang niat dipakai saring lebih baik beli sim card 2 atau 3 saja daripada berebut data toh harganya juga gak mahal-mahal amat hehe.
 
Arrival Hall Noi Bai Airport

Jadwal pertama setelah sampai di Noi Bai Airport adalah menuju HaLong City untuk stay 1 malam disana. Oya sehari sebelum berangkat saya sudah lebih dulu booking private taxi yang mengantar langsung ke hostel di Halong city. Pada saat itu saya memang sedikit kesusahan mencari informasi di internet mengenai transportasi dari airport langsung ke Ha Long City. Hampir semua blog menyebutkan mereka ke Halong bay langsung sepaket tur dan bus menuju halong bay dari Hanoi, jarang sekali ada yang menginap di Halong City dan kemudian ambil tour Halong bay dari langsung dari sana. Kebanyakan turis hanya menjadikan HaLong City sebagai kota transit gerbang menuju Halong Bay tanpa mempertimbangkan bahwa kota ini juga layak untuk dijadikan destinasi. Sejauh ini informasi yang saya dapat bahwa tidak ada transportasi langsung dari airport menuju halong city, opsinya adalah naik bus terlebih dahulu menuju menuju Hanoi, kemudian dari Hanoi menuju terminal bus dan mencari sendiri bus yang menuju Halong City, dan tentunya di sana pasti kita diturunkan di stasiun bus dan harus mencari transportasi lagi menuju hostel. Saya rasa terlalu gambling dan memakan banyak waktu dan saya khawatir hari pertama akan terbuang sia-sia dijalanan.



Opsi lainnya adalah sewa private tasxi langsung dari airport menuju Halong dengan kisaran harga seitaran 2 jutaan Dong. Hampir putus asa dan memutuskan untuk pakai opsi pertama saja. Pagi hari nya sebelum penerbangan malam, saya dikirimi email dari Hostel tempat saya menginap di Halong yaitu Happy Halong Hostel. Isi email nya menawarkan berbagai opsi transportasi menuju hostel dari airport, Hanoi, ninh binh, atau pun Sa Pa dengan harga yang lumayan murah dari biasanya. Sehabis baca email serasa mendapat durian runtuh. Keputusasaan pun terjawab. Setelah balas membalas email dan konsul mengenai lokasi penjemputan dan jam landing, akhirnya sepakat dengan Private Taxi untuk 4 person dari Airport menuju hostel dengan harga 1.250.000 Dong.

Deal!

Masalah terpecahkan.

Begitu keluar dari airport udara dingin langsung berhembus dengan kabut yang lumayan tebal. Cuaca pagi itu memang agak mendung dan berkabut. Di luar bandara sudah terlihat driver sambal memegang karton bertulis nama saya, saya langsung menghampirinya. Kami dijemput dengan mbil sejenis suv dan berangkat dengan perjalanan sekitar 4 jam.

Suasana didalam private taxi menuju Halong City, cukup nyaman dan cepat

Tiba di Halong City sekitar pukul 13.00 siang. Langsung di drop di Happy Halong hostel di daerah Bai Chay, Halong City. Bai Chay merupakan Main Tourist Area yang terletak di bagian barat Halong City. Lisa sang manager hostel yang mengirimi saya email sudah menunggu didalam. Nama Lisa sudah sangat terkneal di internet karena sangat membantu para backpakers mencari akomodasi di Halong, dan itu juga alasan saja kenapa memilih hostel ini tempat menginap. Walaupun hostel tetapi saya reservasi kamar private dengan 2 bed, dengan harga yang sangat murah melalui agoda, dengan harga sekitar 130rb rupiah saja untuk 1 kamar per malam nya plus sarapan.

Sebelum masuk kamar kami sempat bertanya tentang paket tur 1-Day Halong Bay untuk besok pagi. Kami ditawari beberapa paket dengan beragam harga, dan akhirnya setuju dengan paket Tour Halong Bay 1 Day dengan harga 30 USD perorang include makan siang dan kayak ditambah 7USD untuk bus kembali ke Hanoi setelah selesai tur di sore harinya. Oya makan siang bisa request vegetarian saja, atau pesan khusus seafood dan ayam saja, Tour dimulai dari pukul 8 pagi sampai pukul 4 sore. Lumayan murah menurut saya dengan durasi tur durasi 8 jam, jika dibandingkan dengan tur 1 Day dari Hanoi, dengan harga yang sama hanya berdurasi 4 jam saja di Halong bay karena sudah terpotong waktu perjalanan 8 jam pulang pergi, cukup rugi. Dan itulah alasan saya mengapa lebih memilih stay di Halong City agar bisa dapat paket tour yang lebih murah dengan durasi lebih lama.

Sesampai di kamar istirahat sejenak dulu karena belum tidur semalaman dan kemudian mandi untuk lanjut mengexplore Halong City.

Lobby Happy Halong Hostel

Pukul 14.30 kami sudah bersiap dan mulai lanjut destinasi pertama. Destinasi pertama yaitu Quang Ninh Museum yang terletak di Halong Timur. Beruntungnya di Halong City ini sudah dijangkau oleh Grab Taxi, daripada repot pesan taxi konvensional karena terkendala Bahasa, tinggal order Grab saja dan tentukan tujuan, tanpa harus berkendala di Bahasa, tentunya dengan harga yang miring.


Bagian depan museum
Tiba di Quang Ninh Museum, suasana nya benar-benar adem dengan pemandangan arsitektur yang modern dan unik, halaman yang luas dengan beberapa tempat duduk, dan kerennya di belakang museum tersaji pemandangan pengunungan karst Halong Bay yang indah. Museum berbentuk kotak hitam dengan tulisan Quang Ninh yang sangat besar. Quang Ninh merupakan nama provinsi dimana Halong City ini berada.

Setiap sudut museum mempunyai spot foto yang menarik
Bagian belakang museum yang berhadapan langsung dengan Halong Bay
Bagian belakang museum yang terdapat pesawat tempur ketika perang dulu

Quang Ninh Convention Center dengan bentukan arsitektur yang unik dan menarik

Wefie dulu sebelum pergi
Destinasi selanjutnya yaitu Bai Tho Mountain yang juga terletak di Halong Timur, dimana dari puncak gunung bisa melihat view kota halong bay dari ketinggian. Dari Quang Ninh Museum kami order Grab lagi dan dapat driver yang pertama tadi lagi. Tiba nya di tujuan, driver grab nya bertanya ke penduduk setempat dimana pintu masuk menuju Bai Tho Mountain. Fyi, gunung ini berada di tengah kota Ha Long dan dikelilingi bangunan ruko, jadi pintu masuk menuju gunung ini kita harus melewati gang sempit antara ruko dan melewati dapur dan pekarangan belakang penduduk lokal.

Turun dari grab car kami pun digiring untuk menjumpai seorang ibu yang sudah agak tua dengan wajah seram dan galak, kami pun disuruh (melalui bahasa tubuh) untuk mengikuti dia melewati gang sempit, melewati dapur, menaiki tangga menuju pekarangan belakang. Sampai disana ibu itu pun langsung berbahasa isyarat lagi sambil menunjukkan uang 100.000 dong dengan muka galaknya. Maksudnya ternyata kami disuruh bayar ke dia 100.000 dong per orang nya, mau tidak mau kami pun menyerahkan uang 400.000 dong dengan terpaksa, serasa di “palak” sama emak-emak lokal Vietnam. Setelah membayar kami pun malah disuruh memanjat pagar yang sudah di gembok, karena ternyata akses ke gunung ini sebenarnya sudah ditutup dan dilarang naik ke atas tetapi kami dipaksa agar menaiki pagar tersebut. Melewati pagar tersebut kami pun disuguhi dengan ribuan anak tangga yang curam. Lumayan menguras tenaga mengingat belum makan siang.

Ibu penduduk lokal yang menyuruh kami memanjat pagar yang terkunci, serasa korban human traficking
Mendaki menuju puncak gunung

Rasanya kok tidak sampai-sampai ke puncak, badan sudah letih, lutut sudah gemeteran. Beberapa bule terlihat mendahului kami mungkin karena kami terlalu capek dan lambat. Hanya sekitar setengah perjalanan yang memiliki tangga yang bagus, selebihnya hingga puncak hanya jalan setapak yang curam dan cukup berbahaya, harus tetap awas dan hati-hati.
 
Masih setengah jalan lagi, sudah mulai terlihat pemandangan indah Halong Bay
Akhirnya sampai juga dipuncak gunung, dan wow pemandangan yang luar biasa tersaji. Pemandangan Kota dan pegunungan karst Halong Bay. Tidak sia-sia perjuangan berat mendaki gunung. Di puncak sudah ramai beberapa bule yang tadi mendahului kami. Di puncak kami juga bertemu seorang turis dari Malaysia, dia bercerita kalau dia hanya diminta uang 40.000 dong saja, huhh agak kesal mendengarnya karena ternyata kami benar-benar kena “palak” sama ibu itu. Tapi ya sudahlah, karena pemandangan yang indah sudah tersaji didepan mata, lupakan saja.

Sampai juga di puncak dengan pemandangan yang super indah

Pemandangan Halong City dari puncak gunung Bai Tho

Curam nya pijakan menuju puncak gunung ini, harus ekstra hati-hati 


Pemandangan indah  Halong City dan Halong Bay dari puncak Bai Tho Mountain 

Gugusan pulau-pulau Halong Bay yang indah

Wjib Wefie dulu

Hari sudah mulai gelap, tak terasa ternyata tinggal kami berempat saja dipuncak, bule yang lain sudah pada turun duluan. Sebelum hari benar-benar gelap kami pun turun juga, ternyata turun juga harus ekstra hati-hati karena banyak step yang licin dan rapuh. Hari sudah gelap, saya pun mulai khawatir karena masih belum sampai di bawah. Sekeliling sudah gelap dan masih ditengah-tengah hutan. Khawatir juga kalau-kalau pintu dapur tempat kami masuk sudah dikunci. Tapi alhamdulilah, akhirnya sampai juga dan pintu dapunya belum tertutup. Akhirnya keluar juga dari gunung tersebut dengan kaki pegal, lutut gemetaran, dan masih ngos-ngosan.

Hari sudah malam, destinasi selanjutnya menuju Ha long park dimana kita bisa melihat keindahan jembatan Bai Chay dengan lampunya di malam hari.

Bai Chay Bridge, jembatan yang menghubungkan antara Halong barat (Bai Chay) dan Halong Timur (Han Gai) yang terpisah oleh laut

Setelah puas foto, selanjutnya tinggal cari makan malam di sekitar hostel. Ada semacam night market yang dengan jejeran bar, café, dan restoran, tetapi tidak ada yang berjualan souvenir. Pilih-pilih makanan semua tidak ada yang halal, jalan terakhir ya cari restoran seafood saja. Sempat mencoba menu seafood dan Pho yang terkenal itu. Saya sendiri sih tidak begitu suka karena banyak dedaunan herbal yang saya tidak suka rasanya. Makanan disini sangat murah-murah dan free wifi. Tapi susahnya mereka sama sekali tidak bisa berbahasa Inggris, sangat susah untuk berkomunikasi.

Suasana malam di Halong City, tidak terlalu ramai, banyak restoran dan bar yang sepi pengunjung.
Selesai makan, kami memutuskan berjalan kaki saja menuju hostel karena jarak nya udah dekat. Kota Ha Long ini sangat sepi di malam hari, hanya beberapa turis yang terlihat berjalan-jalan, banyak restoran café dan bar tetapi semuanya sepi pengunjung.

Sesampai di hostel pun semua beristirahat karena kecapean mendaki gunung. Sebelum tidur saya masih sempat menyeduh mi instan yang dibawa dari rumah karena merasa kurang puas makan malam tadi.

Jalanan pulang menuju hostel
Waktunya untuk istirahat, akhirnya bisa tidur dengan nyenyak di atas kasur yang empuk setelah malam sebelumnya hanya bisa tidur diatas lantai bandara yang dingin. 

HINTS ABOUT HALONG CITY
  • Tidak ada transportasi langsung dari Noi Bai Airport menuju Halong City, terlebih dahulu harus menuju Hanoi dan dari Hanoi cari terminal bus lokal menuju Halong City. Opsi lain bisa ikut Tour dari Hanoi, sewa private taxi dari bandara (kemungkinan mahal), atau menghubungi pihak hotel yang sudah di boking di Halong City apakah mereka punya akomodasi untuk transportasi (biasanya lebih hemat daripada on the spot sewa taxi dari bandara)
  • Bersiaplah mendengarkan suara klakson  mobil dan motor sepanjang jalan, sudah menjadi kebiasan sepertinya sedikit-sedikit klakson, jalanan kosong saja di klakson. Dari puncak gunung saja kita masih mendengar suara klakson yang saling sahut menyahut dijalanan.
  • Jalanan utama di Halong City sangat besar dan lebar, tanpa median jalan dan tanpa lampu merah, berhati hati lah menyeberang karena kenderaan sangat ngebut disini.
  • Jika Ingin naik ke Bai Tho Mountain, bersiap lah dengan scam dari warga lokal yang akan meminta uang banyak. Harap hati-hati.
  • View terbaik Halong City adalah di puncak Bai Tho Mountain. Cenderung sepi pengunjung sehingga bisa puas mengambil foto tanpa harus berebutan dengan pengunjung lain. Harap berhati-hati ketika mendaki karena medan yang sangat berat dan jalan mennuju puncak belum di benahi.
  • Halong City cenerung lebih tenang dan sepi di malam hari, tidak banyak aktivitas yang bisa dilalkukan di malam hari.